Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU se-Indonesia Bersatu dalam Doa dan Istighosah

SURABAYAMataElang24.com, Semangat menjaga ukhuwah dan kesinambungan khidmah Nahdlatul Ulama (NU) kembali diteguhkan melalui kegiatan Doa dan Silaturahmi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU se-Indonesia yang digelar di Pondok Pesantren Miftahussunnah, Kedung Tarukan No. 100, Surabaya.

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar-pengurus PWNU dari berbagai daerah sekaligus membangun kembali kebersamaan setelah rangkaian Muktamar NU usai.

 

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta mengikuti tahlil dan istighosah bersama, memanjatkan doa untuk keberkahan NU, keselamatan bangsa, serta agar seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah khidmah.

 

Ketua PWNU Provinsi Banten, KH. Hafiz Gunawan, S.Pd.I., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa berakhirnya Muktamar bukan berarti berakhir pula kebersamaan di antara para pengurus NU.

 

«“Muktamar usai, silaturahmi tetap terjaga. Bersama merawat NU, bersama melanjutkan khidmah.”»

 

Menurut KH. Hafiz, perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam dinamika organisasi merupakan bagian dari proses bermusyawarah dan berdemokrasi dalam tubuh NU. Namun setelah seluruh proses organisasi selesai, yang harus dikedepankan adalah persatuan, ukhuwah, dan semangat bersama untuk membesarkan NU.

 

“NU ini milik kita bersama. Karena itu, setelah Muktamar selesai, mari kita kembali merapatkan barisan. Yang terpenting bukan lagi perbedaan pilihan atau dinamika selama proses Muktamar, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga amanah dan melanjutkan perjuangan NU,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, silaturahmi antarpengurus dari tingkat pusat hingga wilayah menjadi kekuatan penting dalam menjaga soliditas organisasi. Pertemuan seperti ini juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, bertukar gagasan, serta menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan umat dan bangsa.

 

“Dengan doa, tahlil dan istighosah bersama, kita memohon kepada Allah SWT agar NU selalu diberikan keberkahan, dijaga keutuhan dan persatuannya, serta mampu terus memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, agama, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur KH. Hafiz.

 

Kegiatan di Pondok Pesantren Miftahussunnah tersebut pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi simbol bahwa ukhuwah harus tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan panjang NU.

 

Semangat yang dibawa sederhana namun kuat: Muktamar boleh usai, dinamika organisasi boleh berlalu, tetapi silaturahmi dan khidmah kepada umat tidak boleh berhenti.

 

Dari Surabaya, para Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU se-Indonesia kembali meneguhkan komitmen untuk terus merawat NU dengan kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan melanjutkan khidmah demi kemaslahatan umat dan bangsa.Kalau diinginkan.

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *