Serang – MataElang24.com, motivasi brilian dari sekretaris jenderal Majelis Ulama Nusantara (MUN) Kiyai Alwiyan Qasid Sam’un tentang organisasi, pada 08 Maret 2025
@Alwiyan Rakjat Biasa
“Ketika suatu paradigma sudah tidak dapat digunakan lagi untuk memecahkan persoalan penting dan strategis atau justru mengakibatkan konflik, maka suatu paradigma baru harus segera diciptakan.”
Judul diatas sengaja saya gunakan berbahasa Inggris dengan menggunakan kata “Fundamentals”, saya terinspirasi oleh bukunya seorang pahlawan nasional dan sahabat perjuangan kakek kami semasa pembentukan TNI dan perang revolusi 1945 yakni Jenderal Besar AH. Nasution yang berjudul _”Fundamental of Guerrilla Warfare”._ Buku tersebut banyak digunakan sebagai materi pendidikan para kadet atau taruna di akademi militer berbagai negara tentang dasar-dasar perang gerilya termasuk di Breda KMA Belanda dan West Point US Military Academy. Begitupun tulisan ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi insan organisasi dalam mengelola organisasi.
Langgeng dan tumbuh besarnya suatu organisasi hingga kehadirannya terasa manfaatnya bagi kemajuan ummat manusia, adalah ketika lima aspek fundamental dibawah ini benar benar menjadi perhatian dan menjadi spirit pola pikir semua elemen organisasi sehigga aspe tersebut terkelola dengan baik. Diantara aspek fundamental tersebut adalah niat luhur dan mulia, supremasi hukum, kepemimpinan, produktifitas dan kaderisasi.
1. Niat luhur dan mulia
Niat mulia dan komitmen seluruh komponen organisasi di berbagai level untuk memperjuangkan perwujudan nilai-nilai luhur organisasi dan Komitmen menjadikan organisasi hanyalah sebatas alat perjuangan fastabiqul khoirot untuk mewujudkan nilai-nilai luhur dengan ikhlas, sikap adil, beradab, modern dan moderat.
2. Supremasi Hukum
Peraturan organisasi sebagai hukum organisasi selain sebagai media rekayasa sosial organisasi juga sebagai landasan upaya menegakkan dan menempatkan hukum atau nilai nilai serta peraturan organisasi pada posisi tertinggi. Dengan menempatkan hukum sesuai pada tempatnya sehingga hukum benar benar dapat berfungsi melindungi seluruh anggota atau pengurus tanpa adanya intervensi oleh dan dari pihak manapun, singkatnya, hukum sebagai panglima dalam berorganisasi, berbangsa dan bernegara.
3. Kepemimpinan
Soliditas kepemimpinan dalam organisasi merupakan syarat yang tidak bisa ditawar-tawar dalam keadaan apapun. Kepimimpinan harus ada namun harus dimaknai dan diwujudkan dalam aktifitas membuat keputusan bersama dan aktifitas kerjasama antara yang dipimpin dengan yang memimpin dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama-sama.
4. Produktivitas
Tanpa produktifitas yang nyata-nyata dapat dirasakan manfaatnya oleh insan organisasi, masyarakat dan negara maka suatu organisasi akan redup dan mati. Semua aspek dan elemen organisasi diharapkan produktif secara optimal hingga tumbuh ketahanan dan pertahanan di semua bidang.
5. Kaderisasi
Kaderisasi memiliki tujuan mempersiapkan stok sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka regenerasi melalui suatu pendidikan unggul yang pada gilirannya generasi tersebut akan siap meneruskan estafeta kepemimpinan yang akan melanjutkan dan melanggengkan nilai nilai dan cita cita yang telah ditentukan dan diperjuangkan oleh organisasi untuk jangka panjang di masa depan.
Penutup, bahwa bangsa yang sehat atau bangsa yang sakit dapat diketahui ketika suatu bangsa tersebut mampu memenangkan peperangan, karena sesungguhnya sejarah peperangan bangsa-bangsa di dunia ini hanyalah kisah tentang bangsa yang sehat mengalahkan bangsa yang sakit. Begitupun organisasi, ia akan mati ketika sakit. Sehatnya organisasi ketika sub-sub organisasi berfungsi sebagaimana tugas pokok dan fungsinya. Wallahu a’lam.
Red.












