Sekjend MUN Angkat Bicara Soal MBG: “Perbaiki Dulu Kesiapannya Sebelum Program Makanan Bergizi Gratis Dilanjutkan”

JakartaMataElang24.com, Program makanan bergizi gratis yang digagas pemerintah ternyata masih menuai banyak catatan kritis dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Kiyai Alwiyan Qasid Syam’un, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Nusantara (MUN), yang menyoroti dampak kesehatan yang justru dialami sebagian siswa akibat distribusi dan pengawasan program yang belum matang.

 

Menurut Kiyai Alwiyan, niat baik pemerintah dalam meningkatkan gizi anak bangsa harus diimbangi dengan kesiapan yang matang di lapangan, mulai dari aspek kebersihan, distribusi, hingga kualitas bahan makanan.

 

“Perbaiki dulu kesiapannya sebelum programnya dilanjutkan,” tegas beliau.

Dalam pandangan fiqih Islam, Kiyai Alwiyan mengutip dua kaidah penting sebagai dasar perenungan bersama bagi para pemangku kebijakan:

 

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Meninggalkan kerusakan harus diutamakan dalam mengambil kebaikan.”

 

تصرف الامام على الرعية منوط بالمصلحة

“Kebijakan pemimpin atas rakyatnya dilakukan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan.”

 

Kiyai Alwiyan menilai, jika pelaksanaan program justru menimbulkan penyakit atau masalah kesehatan di kalangan pelajar, maka pemerintah perlu mengevaluasi secara menyeluruh sebelum melanjutkan.

 

“Jangan sampai program yang diniatkan baik justru menimbulkan mudarat. Kemaslahatan harus diutamakan, bukan sekadar pencitraan kebijakan,” ujarnya menegaskan.

 

Majelis Ulama Nusantara, lanjut beliau, mendukung penuh setiap langkah pemerintah yang berpihak kepada rakyat, namun juga mengingatkan agar prinsip kehati-hatian (tatsabbut) dijaga dalam setiap kebijakan publik, terutama yang menyangkut keselamatan generasi muda bangsa.

 

Redaksi | MataElang24.com – Tajam dan Berani

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *