Cilegon — MataElang24.com, Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Kiyai Alwiyan Qasid Syam’un, cucu dari Brigjen KH. Syam’un—Pahlawan Nasional asal Banten—mengulas kembali sejarah kebangkitan pemuda Islam yang telah tumbuh jauh sebelum momentum Kongres Pemuda 1928.
Dalam pernyataannya, Kiyai Alwiyan mengingatkan bahwa 12 tahun sebelum Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, di sebuah kampung kecil bernama Citangkil, Cilegon, telah lahir organisasi pemuda Islam bernama Nahdlatu Subanil Muslimin pada tahun 1916.
Organisasi tersebut dimotori langsung oleh Almarhum Brigjen KH. Syam’un, dengan semangat kebangkitan agama dan umat, serta sikap tegas menentang segala bentuk imperialisme, kolonialisme, komunisme, dan kapitalisme.
“Organisasi Nahdlatu Subanil Muslimin merupakan tonggak awal kesadaran kebangsaan di kalangan pemuda Islam. Dari semangat inilah kemudian lahir berbagai gerakan perjuangan yang berpuncak pada berdirinya Pesantren Al-Khairiyah pada tahun 1925,” ujar Kiyai Alwiyan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat perjuangan yang diwariskan KH. Syam’un harus menjadi inspirasi bagi generasi muda masa kini untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman.
“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2025. Jayalah Indonesia!” pungkas Kiyai Alwiyan yang akrab dan sering menyebut diri dengan @Alwiyan Rakjat Biasa.
(AM-02)












