Cilegon Banten — MataElang24.com, Seorang tokoh pendidikan, Kiyai Alwiyan berlaqob Rakjat Biasa, menyampaikan pesan mendalam mengenai integritas seorang pendidik dalam menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidik bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga penjaga nilai dan kepercayaan publik yang menentukan arah kemanusiaan.
“Seorang pendidik itu harus hati-hati dalam menilai persoalan, tidak boleh spekulatif dan subyektif tapi harus objektif, karena seorang pendidik itu erat kaitannya dengan kredibilitas dan kepercayaan publik yang dipertaruhkan,” tegasnya.
Kiyai Alwiyan menuturkan, tanggung jawab moral seorang pendidik mengharuskannya berpegang pada prinsip meski dalam situasi sulit. Ia menyatakan bahwa pendidik tidak perlu gentar menghadapi risiko sosial seperti dikucilkan atau dimusuhi, selama yang diperjuangkan adalah objektivitas, kebenaran, dan kemaslahatan bersama.
“Demi menjaga kredibilitasnya, seorang pendidik tak perlu takut walau harus dikucilkan dan dimusuhi, karena seorang pendidik adalah penjaga terakhir tegaknya nilai, jika nilai runtuh maka runtuhlah kemanusiaan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran pendidik tidak sekadar membina kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter bangsa. Di tengah derasnya pengaruh informasi dan opini publik, pendidik diharapkan tetap menjadi sumber kesejukan, integritas, dan penyaring kebenaran.
Pesan Kiyai Alwiyan Rakjat Biasa ini sekaligus menjadi refleksi bagi dunia pendidikan agar terus memperkuat etika, objektivitas, serta keberanian moral dalam menjaga martabat manusia melalui nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
(AM-02)












