Kemiri, 15 Januari 2026 — MataElang24.com, Dalam rangka Peringatan Hari Desa Tahun 2026 dengan tema “Membangun Desa untuk Indonesia Emas 2045”, Camat Kecamatan Kemiri, Rudi Hadikarsono, S.H., S.IP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh pemerintah desa dan masyarakat se-Kecamatan Kemiri atas dedikasi dan peran aktif dalam pembangunan desa.
Dalam pernyataannya, Rudi Hadikarsono menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa.
“Hari Desa bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera. Desa yang kuat akan melahirkan Indonesia yang kuat,” ujar Rudi Hadikarsono.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen warga Kemiri untuk terus memperkuat sinergi, gotong royong, dan kolaborasi dalam membangun desa. “Pemerintahan desa yang baik, transparan, dan berpihak kepada rakyat adalah kunci terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rudi Hadikarsono, S.H., S.IP., M.Si. menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian desa-desa di Kecamatan Kemiri, baik dalam pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pelayanan publik, maupun pengembangan potensi lokal.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah desa dan masyarakat Kemiri atas dedikasi, kerja keras, dan semangat gotong royong yang terus terjaga,” tuturnya.
Ia berharap, peringatan Hari Desa 2026 ini menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh desa di Kecamatan Kemiri untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kemandirian desa.
“Mari kita jadikan desa sebagai pusat pertumbuhan, pusat kebudayaan, dan pusat peradaban menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Peringatan Hari Desa 2026 di Kecamatan Kemiri sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan, sekaligus penjaga nilai-nilai kearifan lokal, persatuan, dan kebersamaan.
(AM-02)












