Banten — MataElang24.com, Ketua Tanfidziah PWNU Provinsi Banten, KH Hafiz Gunawan, menegaskan bahwa PMKNU bukan sekadar forum pertemuan organisasi, melainkan ruang lahirnya semangat baru tentang bagaimana Nahdlatul Ulama harus terus bergerak, mandiri, dan hadir nyata melayani umat.
Dalam penyampaiannya, KH Hafiz Gunawan menekankan pentingnya keberanian mengeksekusi program, bukan hanya berhenti pada diskusi dan wacana. Menurutnya, semangat itu telah dicontohkan oleh beberapa lembaga dan pengurus NU di daerah, seperti RMI Jogja dan PCNU Tegal yang berhasil menghadirkan fasilitas bus dan ambulans untuk kepentingan umat. Bahkan, PCNU Tegal kini tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit sebagai bentuk pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
“Semua itu bukan lahir karena kemewahan, tetapi karena keberanian memulai dan kesungguhan menjaga cita-cita bersama,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai oleh banyak orang. Terkadang, kata beliau, cukup tiga atau empat orang yang memiliki fokus, keseriusan, dan kemauan untuk bekerja bersama secara istiqamah dalam mengawal program-program organisasi.
Selain itu, KH Hafiz Gunawan menyoroti pentingnya spirit kemandirian jamaah dan jam’iyyah di tubuh NU. Budaya gotong royong, patungan, serta gerakan Koin NU disebutnya sebagai bukti nyata bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama tumbuh dari kebersamaan dan kepedulian warganya sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa khidmat di lingkungan NU bukan semata-mata soal jabatan, melainkan pengabdian dan pelayanan kepada umat. Karena itu, setiap bentuk khidmat harus dijalankan dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, dan keikhlasan.
Menurut KH Hafiz Gunawan, kebesaran Nahdlatul Ulama tidak hanya bertumpu pada sejarah panjang yang dimilikinya, tetapi juga pada kader-kader yang terus bergerak menjaga amanah dan melayani umat dengan tulus.
“NU tidak dibesarkan oleh orang-orang yang banyak bicara, tetapi oleh mereka yang ikhlas berjuang dan istiqamah berkhidmat untuk umat,” pungkasnya.
(AM-02)












