Istiqamah Menjaga Sanad Keilmuan, Tokoh NU dan M3CB Banten Rutin Mengaji di Kediaman Abuya KH. Muhtadi Pandeglang Banten

Pandeglang, BantenMataElang24.com, Dalam upaya menjaga tradisi keilmuan Islam dan memperkuat sanad ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), M3CB, para kiai, asatidz, alumni, dan santri dari berbagai daerah di Provinsi Banten secara istiqamah mengikuti pengajian rutin setiap malam Sabtu di kediaman Abuya KH. Muhtadi, Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Di antara jamaah yang secara rutin menghadiri majelis tersebut adalah Ketua MWC NU Kecamatan Kemiri, Ust. Ahmad Mujib, bersama Ketua PKC M3CB Kecamatan Kemiri, Ustadz Asep Saepullah. Turut hadir pula Ust. Marpudin dan Ust. Junaedi dari PKC M3CB Kecamatan Rajeg, serta Ust. Uci, Ust. Mahmud, dan Ust. Ozan serat Ust. Subhan dari PKC M3CB Kecamatan Pasar Kemis, bersama para alumni, santri, asatidz, dan para kiai lainnya dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

 

Majelis ilmu yang diselenggarakan di kediaman Abuya KH. Muhtadi ini berlangsung setiap malam Sabtu, dimulai pada pukul 00.00 hingga 02.00 WIB. Meskipun dilaksanakan pada tengah malam, semangat para peserta untuk hadir dan menimba ilmu tidak pernah surut. Hal tersebut menjadi bukti kecintaan mereka terhadap ilmu, ulama, dan pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan.

 

Selain menjadi forum memperdalam ilmu-ilmu syariat dan tasawuf, majelis ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarpengurus NU, M3CB, para kiai, dan para asatidz dari berbagai daerah. Suasana yang penuh kekhidmatan menjadikan setiap pertemuan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keilmuan sekaligus memperkuat persaudaraan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

Dengan istiqamahnya majelis ini, diharapkan akan terus lahir kader-kader ulama dan dai yang berilmu, beradab, serta mampu melanjutkan perjuangan dakwah Islam yang moderat, santun, dan berpijak pada tradisi keilmuan para ulama salaf.

 

“Keberkahan ilmu tidak hanya diperoleh dari banyaknya pelajaran yang dipelajari, tetapi juga dari istiqamah menghadiri majelis para ulama dan menjaga adab kepada guru.”

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *