Kampung Pabuaran, Desa Klebet, Kemiri, Tangerang – MataElang24.com, Suasana mencekam menyelimuti warga Kampung Pabuaran RT 04 RW 02, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Hal ini menyusul beredarnya video viral yang direkam oleh seorang warga, sebut saja Imron (nama samaran), yang memperlihatkan penampakan makhluk mirip pocong bergoyang di dekat pohon jeruk.
Peristiwa ini terjadi pada malam Selasa, 01 Juli 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut keterangan Imron kepada awak media, awalnya ia hanya hendak keluar rumah untuk bermain dengan teman-temannya, seperti rutinitas biasa. Namun langkahnya terhenti ketika matanya menangkap sosok putih mencolok yang tampak bergerak layaknya manusia duduk di kursi goyang.
“Warnanya putih banget, goyang-goyang kayak orang duduk santai tapi serem,” ujar Imron. Tanpa pikir panjang, ia langsung merekam momen itu dengan ponselnya. Video tersebut kemudian menyebar cepat di grup-grup pesan warga.
Warga sekitar membenarkan bahwa belakangan ini memang kerap terjadi penampakan aneh. Bukan hanya pocong, tetapi juga makhluk-makhluk lain seperti kuyang atau sosok tanpa kepala. “Biasanya muncul sekitar jam 19.00 sampai 23.00 WIB. Itu masih jam orang lalu-lalang, bahkan anak-anak masih belajar mengaji,” kata salah satu tokoh kampung.
Fenomena ini membuat resah masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir anak-anak enggan pergi mengaji pada malam hari. “Kalau anak-anak takut keluar rumah buat ngaji, kasihan. Bisa kurang ilmu agama,” tambah warga lainnya.
Awak media mencoba menelusuri lebih jauh untuk mencari tahu apa sebenarnya yang memicu maraknya penampakan makhluk-makhluk gaib tersebut. Sejumlah tokoh dan orang yang dianggap paham ilmu spiritual di wilayah itu memberi berbagai analisis.
Sebagian berpendapat kampung tersebut kini jarang terdengar lantunan dzikir dan doa, sehingga energi negatif atau makhluk halus lebih leluasa menampakkan diri. “Biasanya kalau dzikirnya hilang, tempat jadi rawan gangguan,” terang salah satu narasumber.
Ada pula yang mengingatkan agar warga lebih waspada karena fenomena seperti ini kerap dikaitkan dengan dugaan praktik pesugihan atau pemujaan tertentu. “Kalau sudah ada indikasi itu, wajar kalau makhluk-makhluk aneh berani muncul,” ujarnya.
Pendapat lain menyebut, kampung yang sering diganggu makhluk halus biasanya sedang mengalami penurunan nilai moral. “Kalau masyarakat banyak lalai, maksiat meningkat, itu bisa mengundang hal-hal gaib seperti ini,” imbuh seorang ustaz setempat.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak media masih terus berupaya mengumpulkan keterangan lebih lengkap untuk memastikan apa penyebab sebenarnya di balik maraknya penampakan gaib ini. Yang jelas, kemunculan makhluk-makhluk tersebut telah mengganggu ketenangan warga, terutama aktivitas mengaji anak-anak selepas Maghrib.
Para tokoh masyarakat berharap warga tak hanya waspada secara lahir, tetapi juga memperkuat iman, memperbanyak zikir, doa, dan kegiatan keagamaan. Tujuannya agar ketakutan tidak mematikan semangat generasi muda untuk belajar agama dan memperbaiki akhlak demi masa depan kampung yang lebih baik.
(AM-02)












