TANGERANG — MataElang24.com, Dewan Pimpinan Daerah Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (DPD M3CB) Kabupaten Tangerang kembali menggelar rutinitas Bidang Fatwa dan Da’wah yang berlangsung setiap malam Senin pukul 21.00 hingga 24.00 WIB di Pondok Pesantren Ummul Barohiin, Kampung Iwul, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu forum kajian ilmiah dan penguatan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang terus istiqamah dijalankan oleh para ulama, asatidz, dan aktivis M3CB Kabupaten Tangerang.
Berbeda dengan pengajian pada umumnya, metode yang diterapkan dalam forum ini dilakukan secara bergantian dengan membacakan kitab, menyimak bersama, sekaligus mengkritisi dan mengkaji isi kitab dari berbagai disiplin ilmu. Suasana forum berlangsung aktif, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi adab keilmuan dan semangat musyawarah.
Adapun kitab-kitab yang dikaji dalam rutinitas tersebut merupakan karya ulama besar yang selama ini menjadi rujukan penting di dunia pesantren dan kajian Islam klasik. Kitab Ibnu Aqil dibacakan oleh Kiyai Ahmad Gozali dari Keresek. Sementara Kitab Syarah Al-Hikam dibacakan oleh Kiyai Fakhrijal Fahmi dari Cisoka.
Kemudian Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dibacakan oleh Kiyai Adzat dari Balaraja. Sedangkan Kitab Mukhtar Sihah dibacakan oleh Kiyai Ade Zaenal Mutaqin dari Balaraja.
Sementara itu, pembacaan Kitab Mughni al-Labib dan Kitab Iqna’ disampaikan langsung oleh Ketua DPD M3CB Kabupaten Tangerang, Kiyai Solehuddin, yang juga aktif memberikan penjelasan mendalam terhadap berbagai persoalan keilmuan yang muncul dalam forum diskusi.
Forum kajian tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca kitab, tetapi juga menjadi ruang bertukar pemikiran, mengasah pemahaman, dan memperkuat tradisi bahtsul masail di kalangan para peserta. Berbagai pembahasan dikaji secara teliti dengan pendekatan ilmu nahwu, fiqih, ushul fiqih, balaghah, hingga tasawuf sehingga melahirkan suasana belajar yang hidup dan penuh semangat intelektual.
Para peserta yang hadir pun mengaku merasakan manfaat besar dari metode pengajian yang diterapkan. Selain memperdalam pemahaman kitab turats, forum tersebut juga melatih keberanian berdiskusi serta membangun kebiasaan berpikir kritis namun tetap santun dalam menyampaikan pendapat.
Kegiatan rutin Bidang Fatwa dan Da’wah DPD M3CB Kabupaten Tangerang ini diharapkan terus menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam tradisional yang moderat, terbuka terhadap diskusi, serta mampu menjaga warisan intelektual para ulama salaf di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
(AM-02)












