Daerah  

Camat Cisauk Bersama MWCNU Gelar Pengajian Bahtsul Masail, Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro

CISAUK, TANGERANGMataElang24.com, Pemerintah Kecamatan Cisauk bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cisauk menggelar Pengajian Bahtsul Masail yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/01/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Cisauk, Hendarto, S.STP., M.Si., serta jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan. Turut hadir Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Kabupaten Tangerang, Ketua MWCNU Kecamatan Cisauk, jajaran Majelis Wakil Cabang NU, Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Kabupaten Tangerang, serta unsur Mamang Bibi Banten (MBB) Kabupaten Tangerang.

 

Dalam sambutannya, Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bahtsul Masail yang dinilainya sangat strategis dalam memperkuat harmoni antara pemerintah dan ulama, khususnya dalam menjawab persoalan-persoalan aktual umat di tengah dinamika sosial masyarakat.

 

“Bahtsul Masail bukan hanya forum keilmuan, tetapi juga wadah musyawarah yang sarat nilai kebijaksanaan. Pemerintah Kecamatan Cisauk sangat mendukung kegiatan keagamaan yang mendorong persatuan, moderasi beragama, dan keteduhan di masyarakat,” ujar Hendarto.

 

 

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Cisauk menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan tradisi intelektual khas Nahdlatul Ulama yang telah diwariskan oleh para ulama salaf. Melalui forum ini, berbagai persoalan fiqhiyyah dan sosial kemasyarakatan dibahas secara mendalam dengan merujuk pada kitab-kitab mu’tabarah Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

Dalam pengajian tersebut, para peserta mendiskusikan sejumlah persoalan kontemporer dengan metode istinbath hukum yang merujuk pada karya-karya ulama klasik Aswaja seperti Fathul Qarib, Tuhfatul Muhtaj, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam an-Nawawi, serta pendapat ulama mazhab Syafi’iyyah yang menjadi rujukan utama NU.

 

Ketua LBM NU Kabupaten Tangerang dalam pemaparannya menekankan bahwa hasil Bahtsul Masail diharapkan dapat menjadi pedoman keagamaan yang moderat, kontekstual, dan aplikatif bagi warga Nahdliyyin serta masyarakat luas.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai ikhtiar spiritual agar sinergi antara ulama (ahlul ilmi) dan umaro terus terjaga dalam membangun kehidupan masyarakat Cisauk yang religius, damai, dan berkeadaban.

 

 

Catatan Aswaja:

Tradisi Bahtsul Masail merupakan implementasi dari kaidah fiqhiyyah “Al-muhafazhah ‘ala al-qadim as-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah”, sebagaimana diamalkan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dalam merespons persoalan umat lintas zaman.

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *