Daerah  

PWNU Banten Dorong Penguatan Kurikulum Ke-NU-an di Lembaga Pendidikan Ma’arif

 

Kabupaten TangerangMataElang24.com, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, KH. Abi Hafiz Gunawan, S.Pd.I., menegaskan pentingnya penguatan kurikulum dan buku ajar Ke-NU-an sebagai fondasi ideologis dan kultural bagi lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

 

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dan Buku Ajar Ke-NU-an bersama PCNU dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tangerang, yang digelar di Kantor PCNU Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/1/2026).

 

Dalam arahannya, KH. Abi Hafiz Gunawan menekankan bahwa pendidikan Ma’arif NU tidak boleh tercerabut dari akar nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Kurikulum Ke-NU-an, menurutnya, bukan sekadar muatan lokal, melainkan ruh pendidikan yang membentuk karakter, akhlak, dan cara berpikir moderat peserta didik.

 

“Kurikulum dan buku ajar Ke-NU-an harus disusun secara sistematis, kontekstual, dan mudah dipahami, agar nilai-nilai Aswaja benar-benar hidup dalam dunia pendidikan, bukan hanya menjadi simbol,” ujar KH. Abi Hafiz.

 

 

 

Ia juga mendorong adanya keseragaman pemahaman Ke-NU-an di seluruh satuan pendidikan Ma’arif NU, tanpa menghilangkan kearifan lokal dan dinamika zaman. Menurutnya, sinergi antara PWNU, PCNU, dan LP Ma’arif menjadi kunci agar arah pendidikan NU tetap sejalan dengan khittah perjuangan ulama.

 

Kegiatan FGD ini berlangsung dialogis, dengan melibatkan para pengurus PCNU, pengelola LP Ma’arif, serta praktisi pendidikan. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari substansi materi Ke-NU-an, metode pembelajaran, hingga penyusunan buku ajar yang sesuai dengan jenjang pendidikan.

 

KH. Abi Hafiz berharap, melalui forum ini akan lahir kurikulum dan buku ajar Ke-NU-an yang kokoh secara sanad keilmuan, namun adaptif terhadap tantangan generasi muda.

 

“Sebagaimana pesan ulama, al-‘ilmu bila adabin ka an-nari bila hathabin—ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar. Maka pendidikan NU harus menguatkan ilmu sekaligus adab,” pungkasnya.

 

 

 

Sebagai penegasan nilai, konsep ini sejalan dengan ajaran ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kitab Ta‘lim al-Muta‘allim karya Imam Az-Zarnuji, yang menekankan bahwa keberkahan ilmu lahir dari adab, sanad, dan tujuan yang lurus. Prinsip inilah yang menjadi spirit utama pendidikan Ke-NU-an di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *