Jakarta — MataElang24.com, Seorang penulis yang dikenal dengan nama Kyai Alawi Nurul Alam memperkenalkan sebuah karya bertajuk Tinta Emas al‑Bukhari yang mengulas dalil dan sejarah shalat tarawih secara mendalam. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Imam al-Bukhari dan para gurunya tidak hanya meriwayatkan hadits tentang tarawih 20 rakaat, tetapi juga mengamalkannya secara istiqamah sebagai warisan agung dari Nabi Muhammad.
Menurutnya, tidak ditemukan catatan riwayat sahih yang menunjukkan Nabi pernah melaksanakan atau mengimami tarawih 11 rakaat dengan pola 4-4-3 sebagaimana sebagian narasi populer. Buku tersebut disebut disusun dengan pendekatan ilmiah yang tajam, menelusuri sanad, pendapat ulama, serta rekam jejak praktik tarawih dalam berbagai generasi keilmuan Islam yang selama ini tersebar dalam ribuan kitab klasik.
Selain membahas praktik tarawih pada masa Nabi, sahabat, hingga tabi’in, buku ini juga menampilkan kajian jalur sanad riwayat tarawih 20 rakaat dari berbagai wilayah seperti Bashrah, Baghdad, Syam, dan Mesir, serta pandangan empat mazhab fikih. Struktur pembahasan disusun sistematis melalui bab-bab tematik yang memudahkan pembaca memahami perbedaan riwayat sekaligus metodologi kritik hadits para ulama.
Minat Pembaca Tinggi
Penulis menyebutkan bahwa respons masyarakat terhadap buku tersebut cukup besar. Stok yang tersedia dilaporkan tinggal sekitar 200 eksemplar karena telah dipesan dalam waktu singkat. Harga buku ditetapkan Rp100.000 per eksemplar, termasuk ongkos kirim untuk wilayah Pulau Jawa.
Kemasan Promosi
Bagi kalangan santri, akademisi, maupun pencinta literatur turats, buku ini diposisikan sebagai referensi penting untuk memahami polemik jumlah rakaat tarawih secara ilmiah, bukan sekadar opini. Dengan pendekatan dalil, sanad, dan analisis sejarah, karya ini diharapkan menjadi rujukan yang memperkaya khazanah kajian hadits di Indonesia.
Kontak pemesanan: 081261438585.
Redaksi MataElang24.com
(AM-02)












