Banten — MataElang24.com, Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU yang digelar meriah di Provinsi Banten. Acara ini dihadiri ribuan kader Muslimat NU yang memadati lokasi, tampak serasi mengenakan busana hijau khas organisasi, mencerminkan kekompakan dan militansi dalam berkhidmat untuk umat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten bersama jajaran tokoh ulama dan umara, termasuk KH. Abi Hafiz Gunawan selaku Ketua Tanfidziah PWNU Banten, serta Ketua PW Muslimat NU Banten, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M.
Dalam momentum penuh makna ini, KH. Abi Hafiz Gunawan menyampaikan pesan yang sarat nilai keumatan dan keaswajaan. Ia menegaskan pentingnya peran Muslimat NU sebagai pilar perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan nilai-nilai Islam moderat.
“Semoga Muslimat NU senantiasa menjadi pelita bagi perempuan Indonesia, menguatkan keluarga, serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah zaman. Berkhidmat untuk umat, menguatkan peradaban,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para hadirin, yang memadati ruangan hingga ke halaman, menunjukkan besarnya kecintaan terhadap organisasi yang telah berkontribusi selama delapan dekade dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah.
Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya juga mengapresiasi kiprah Muslimat NU yang dinilai konsisten dalam membangun masyarakat dari akar rumput, khususnya melalui penguatan peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial.
Secara visual, kemegahan acara terlihat dari dekorasi yang elegan, dengan lampu gantung besar menghiasi ruangan utama, serta backdrop bertuliskan “Selamat Harlah Muslimat NU ke-80” yang terpampang bersama foto para tokoh. Kehadiran ribuan peserta yang kompak dalam satu warna menjadi simbol persatuan dan kekuatan kolektif Muslimat NU.
Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah, peran perempuan dalam membangun peradaban telah lama ditekankan oleh para ulama. Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, disebutkan pentingnya pendidikan dan pembinaan akhlak sebagai fondasi utama:
وَالْعِلْمُ لَا يُنَالُ إِلَّا بِالتَّعَلُّمِ وَالتَّفَقُّهِ فِي الدِّينِ
(Ilmu tidak akan didapat kecuali dengan belajar dan mendalami agama)
Hal ini sejalan dengan misi Muslimat NU yang terus berupaya mencetak generasi perempuan berilmu, berakhlak, dan berdaya dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Harlah ke-80 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen untuk terus hadir di tengah umat, menjaga tradisi, serta membangun masa depan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
(AM-02)












