Antrean Panjang di SPBU Diduga Dipicu Maraknya Mobil Lansir Mafia Solar, Nama Koko Kembali Disorot

Mataelang24com,MEDAN – Kemacetan dan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diduga tidak terlepas dari maraknya aktivitas mobil lansir yang disinyalir membeli BBM bersubsidi secara berulang untuk kepentingan tertentu.

Salah satu SPBU yang menjadi sorotan adalah SPBU 14.202.113 di Jalan Yos Sudarso, Medan, yang disebut-sebut kerap dipadati kendaraan lansir. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena kendaraan yang hendak membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari harus ikut mengantre panjang.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, salah satu jaringan mobil lansir tersebut diduga berkaitan dengan seorang pria berinisial M Reza alias Koko.

Bahkan, gudang yang diduga digunakan untuk menampung BBM hasil pembelian berulang tersebut disebut berada di kawasan Jalan Jala 4.

Tak hanya itu, beredar informasi bahwa Koko disebut-sebut memiliki seorang kerabat yang bertugas di Polres Belawan. Informasi tersebut tentunya perlu diklarifikasi dan dibuktikan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Ketika dikonfirmasi awak media terkait dugaan aktivitas mobil lansir, keberadaan gudang, serta informasi mengenai hubungan dengan oknum di lingkungan kepolisian, Koko belum memberikan jawaban.

Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap dugaan praktik mafia BBM bersubsidi tersebut. Mereka mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas di SPBU yang diduga menjadi titik pengisian kendaraan lansir.

“Kalau memang terbukti ada permainan BBM subsidi, jangan hanya sopir atau kendaraan yang diperiksa. SPBU dan jaringan di belakangnya juga harus ditindak,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara, melakukan penyelidikan serius terhadap dugaan praktik penyelewengan BBM bersubsidi tersebut.
Bahkan, masyarakat meminta agar lokasi yang terbukti digunakan untuk menampung atau memperdagangkan BBM bersubsidi secara ilegal segera ditindak, termasuk kemungkinan penyegelan apabila ditemukan pelanggaran hukum.

Publik kini menunggu keberanian aparat untuk mengusut dugaan jaringan mafia solar tersebut secara transparan. Sebab, jika praktik mobil lansir terus dibiarkan, masyarakat biasa akan terus menjadi korban: antrean semakin panjang, BBM subsidi semakin sulit diperoleh, sementara para pemain diduga meraup keuntungan besar dari barang yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *