@Alwiyan Rakjat Biasa
Citangkil Cilegon – MataElang24.com, “Cara mudah untuk menguasai suatu bangsa adalah dengan menghapus kebudayaannya lalu mengaburkan dan mengganti sejarahnya dengan cerita dan tokoh palsu hingga sejarah itu benar-benar tak bisa lagi diteliti kebenarannya dan mata rantai generasi masa lalu dan generasi hari ini benar-benar terputus”
Hewan hewan teritorial seperti singa, harimau, srigala, anjing dan hewan pemangsa lainya, biasanya mereka menandai batas batas wilayah teritorial yg dikuasainya dengan mengencingi pohon atau batuan (spraying). Aroma kencing harimau dll tsb di batang pohon dan bebatuan dijadikan sebagai jejak atau tanda bagi harimau agar harimau lain tidak ada yang coba coba memasuki wilayahnya.
Setiap segala sesuatu pasti ada tanda tandanya, seperti halnya kuburan kuburan kuno dengan berbagai arsitekturalnya merupakan peninggalan yang menjadi jejak sejarah manusia di masa lalu sekaligus sebagai jejak bahwa suatu kebudayaan telah lama hadir terlebih dahulu di atas tanah tersebut yg sekaligus sebagai penguasa wilayahnya.
Itulah mengapa akhir akhir ini ada kelompok yang sedang berupaya mengubah sejarah melalui ceramah, medsos hingga mengubah dan memalsukan kuburan tokoh besar dalam sejarah atau bahkan membuat kuburan palsu ?… Mereka sedang berupaya mengaburkan sejarah dan berupaya memberi tanda, kesan dan pesan bahwa leluhur merekalah yg berjasa di dalam sejarah perjuangan Indonesia. Dampaknya memang tidak sekarang dirasakan, tapi 20, 50 tahun atau 100 tahun lagi, sebagai konsekuensi karena kita tidak pernah menjaga otentisitas sejarah maka sejarah akan diganti menjadi cerita bohong seperti yang banyak terjadi sekarang ini.
Tak aneh jika sebuah cerita kokoh berdiri masyhur berabad abad lamanya diyakini sebagai kebenaran oleh publik dari generasi ke generasi, namun ketika cerita tersebut di bedah oleh pisau analisis, pendekatan epistemologis, penelitian ilmiah dan kesejarahan, ternyata hanya ceritanya saja yang masyhur dari masa ke masa namun fakta sesungguhnya dho’if tidak berdasar dan tidak benar sama sekali, hanya rekayasa propaganda Argumentum ad Nausem.
Operasi Argumentum ad Nausem adalah upaya propaganda untuk membentuk keyakinan publik dengan cara menyebarkan berita bohong secara terus menerus dengan berbagai media dan berbagai momentum hingga kedustaan diyakini oleh publik sebagai kebenaran padahal hakikat sesungguhnya adalah kedustaan. Argumentum ad nausem merupakam strategi propaganda yang sederhana namun mematikan jika tidak ada yang berupaya meluruskannya.
“Jagalah sejarah perjuangan bangsamu yang penuh duka, darah dan air mata rakyat pejuang, jagalah pengorbanan mereka dari para oportunis”
Sekian.
(AM-02)












