Belajar dari Operasi dan Propaganda Argumentum ad Nausem NAZI dan dampaknya dalam Perang Dunia II

Oleh : @Alwiyan Rakjat Biasa

Citangkil CilegonMataElng24.com, “Kebenaran harus terus disuarakan agar anak cucu kita tetap mengetahui jelasnya perbedaan antara yang benar dan yang salah”_ (Gus Baha)

Banyak penulis sejarah perang dunia II menyimpulkan bahwa sebab terjadinya perang dunia II adalah disebabkan oleh invasi Jerman terhadap Polandia pada tahun 1939, kemudian Inggris, Prancis dan Uni Sovyet menyatakan perang terhadap Jerman menyusul kemudian Amerika membentuk blok sekutu bersama Inggris, Prancis, Uni Sovyet dan negara lainnya. Tak kalah gesit Jerman pun membentuk blok tandingan bersama Jepang dan Italia. Perang ini berakhir pada tahun 1945 setelah Berlin di bombardir dan dikepung oleh pasukan sekutu dan Hitler beserta para menterinya melakukan bunuh diri dengan meminum pil sianida. Perang ini memakan korban jiwa yang tidak sedikit dari banyak negara di Eropa, Afrika dan Asia.

Menurut saya, invasi Jerman terhadap Polandia tersebut adalah dampak dari operasi dan propaganda _Argumentum ad Nausem_ partai NAZI dibawah pimpinan Adolf Hitler mantan Kopral pada perang dunia kesatu. “Argumentum ad nausem” atau lebih dikenal sebagai teknik Big Lie (kebohongan besar) adalah menyebarluaskan berita bohong (hoaks) melalui media massa kepada publik hingga ke pelosok desa dan sebanyak mungkin serta sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran oleh publik. Sederhana namun mematikan.

Teknik propaganda tersebut diciptakan oleh *Joseph Goebbels si pembohong besar* , menteri kepercayaan Adolf Hitler di kementerian Pencerahan Publik dan Propaganda yang bertugas untuk membentuk opini dan perilaku masyarakat Jerman. Kementerian tersebut bertujuan memastikan bahwa pesan NAZI berhasil disampaikan melalui seni, musik, teater, film, buku, radio, materi pendidikan, dan pers kepada rakyat Jerman.

Propaganda Deutschland Uber Alles merupakan gerakan ultranasionalis di Jerman yang berisi doktrin bangsa Aria adalah bangsa unggul di muka bumi *(Übermensch)* dan doktrin kebencian dan persekusi kepada ras dan ideologi diluar bangsa Aria Jerman *(Eugenetika)* serta propaganda bahwa bangsa Eropa dan kaum Yahudi yang telah menyengsarakan Jerman yang kalah perang pada perang dunia ke I dengan beban bertumpuk tanggung jawab terhadap dampak perang dunia ke I (1914 – 1918 ) termasuk bertanggung jawab atas bubarnya wilayah Prusia. Propaganda demi propaganda dilakukan hanyalah demi tercapainya ambisius Hitler menguasai Eropa dan dunia untuk menciptakan common enemy atau musuh bersama.

Di satu sisi, Propaganda tsb berhasil membangkitkan nasionalisme bangsa Jerman setelah terpuruknya sejak perang dunia ke I, namun di sisi yang lain semangat nasionalisme yang dibangun oleh doktrin chauvinism dan ultranasionalisme melahirkan kebencian rasis terhadap bangsa lain yang menyebabkan banyak pemuda Jerman yang termakan oleh propaganda hoaks NAZI secara sukarela masuk menjadi pasukan mesin pembunuh NAZI yang bernama _Schutzstaffel_ disingkat SS NAZI.

Pasukan ini mirip dengan pasukan Kamikaze Jepang yang rela mati demi Kaisar Jepang, SS NAZI pun sama rela mati demi sang Fuhrer Adolf Hitler, pasukan inilah yang sangat diandalkan NAZI selain pasukan yang lainnya seperti Gestapo, Wehrmacht, KriegMarine dan Luftwaffe untuk menghantam musuh-musuhnya baik di dalam negeri seperti bangsa Yahudi maupun luar negri Jerman

Perang dunia ke II adalah perang yang besar dengan korban yang sangat besar jumlahnya dan durasi yang cukup panjang, disebabkan oleh hoaks Argumentum ad Nausem yang diciptakan oleh ambisiusnya orang orang bodoh semodel Adolf Hitler dan Joseph Goebbels yang ingin menguasai dunia. Kekinian banyak orang menggunakan propaganda Argumentum ad Nausem hingga tak jarang jika kita tidak jeli meneliti kebenarannya atau meneliti maksud dibalik ucapannya secara epistemologis maka seolah-olah perkataannya benar, padahal hoax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *