Citangkil Cilegon Banten – MataElang24.com, Sebagian orang menganggap bahwa seseorang mendapat dosa atau pahala karena timbal balik dari perbuatan dirinya ansich. Pertanyaannya, apakah benar kita mendapatkan pahala atau dosa itu karena perbuatan kita atau karena adanya hukum ? pasti karena adanya hukum. Mengapa ? Perbuatan seseorang dikatakan salah karena ada hukum yang dilanggarnya atau dikatakan benar karena tidak ada hukum yang dilanggarnya.
Misalnya seseorang berdosa atas pembunuhan, itu bukan karena ia melakukan pembunuhan tapi karena seseorang tsb melanggar hukum haramnya membunuh tanpa alasan syar’i, jika membunuh sesuai syar’i maka tidaklah berdosa tapi justru mendapat pahala. Andai saja tidak ada hukum haramnya membunuh maka tidak ada dosa atas pembunuhan.
Misalnya, seseorang yang mengerjakan sholat mendapat pahala atas sholatnya itu bukan karena ia mengerjakan sholat tapi karena menjalankan hukum wajibnya sholat. Andai saja tidak ada hukum wajibnya sholat maka sia sia dan tidak ada pahala mengerjakannya. Jadi, kita mendapat dosa karena melanggar hukum dan mendapat pahala karena menjalankan perintah hukum bukan karena perbuatan kita.
Bahkan kita berdosa durhaka kepada orang tua itu bukan karena perbuatan kita atau karena orang tua tersakiti oleh perbuatan kita tapi karena kita melanggar hukum haramnya durhaka kepada orang tua.
Begitupun kita mendapat pahala atas kasih sayang kepada orang tua itu karena kita menjalankan hukum yang mewajibkan mengasihi dan menyayangi orang tua dan pahala meninggalkan hukum haramnya durhaka kepada orang tua.
Andai saja tidak ada hukum haramnya durhaka kepada orang tua maka tak ada dosa durhaka kepada orang tua dan andai saja tidak ada hukum wajibnya mengasihi sayangi orang tua maka sia-sia dan tidak mendapat pahala ketika mengasihi dan menyayangi orang tua.
Disinilah pentingnya memahami hukum, kita tidak jahat bukan karena takut atau apapun tapi karena Allah melarang perbuatan jahat. Kita mengerjakan kebaikan karena Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang lain bukan karena orang lain baik kepada kita tapi karena Allah dan RosulNya menganjurkan kepada kita untuk berbuat baik dan adil kepada siapapun, inilah kebaikan berbasis bismillahirrohmanirrohim yang mendatangkan pahala. Jika kita berbuat baik kepada orang lain karena orang lain baik kepada kita, inilah kebaikan berbasis hukum sosial, tidak mendapatkan pahala.
Wallahu a’lam
Penulis : @Alwiyan Rakjat Biasa
(AM-02)












