Banten — MataElang24.com, “Kami hanya ingin petani hidup lebih baik. Tapi Allah beri lebih dari yang kami harapkan.”
Kalimat itu keluar lirih dari mulut Mukhamad Yusuf Anggit Wicaksono, salah satu pendiri PT Pesona Mas Indoperkasa, ketika ditanya tentang rahasia kesuksesannya. Ia bukan pengusaha keturunan, bukan juga lulusan luar negeri. Ia hanya anak muda yang berangkat dengan doa, tekad, dan keyakinan bahwa bisnis yang jujur tak akan kalah dari modal besar.
Awal dari Sebuah Niat
Segalanya bermula di tahun 2019. Yusuf bersama tiga rekannya — Moh Fachrul Rozzi, Steven Teo Paulus, dan Daffi Firdaus — kerap berdiskusi setelah salat subuh di sebuah musala kecil di Jakarta Timur. Mereka resah melihat berita tentang petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terpaksa menjual hasil panennya di bawah harga wajar karena tak punya akses pasar.
“Bayangkan, pala dan cengkeh yang aromanya mengharumkan dunia, justru membuat petaninya tetap miskin,” kenang Yusuf.
“Dari situ kami bertekad: rempah Indonesia harus kembali berdaulat.”
Dengan modal tabungan patungan dan sedikit bantuan dari keluarga, mereka nekat terjun langsung ke desa-desa di Kabupaten Flores Timur. Jalanan rusak, sinyal sulit, dan listrik terbatas — tapi semangat mereka tak padam.
Bisnis yang Dimulai dari Lumbung Desa
Awalnya, mereka hanya membeli pala dan kapulaga dari beberapa petani, dikeringkan secara tradisional, lalu dijual kembali ke pengepul besar di Surabaya. Tapi hasilnya tak banyak berubah — harga tetap ditentukan tengkulak. Maka mereka mulai berpikir lebih jauh: “Bagaimana kalau kita ekspor sendiri?”
Itu ide gila untuk anak muda tanpa pengalaman ekspor. Namun mereka belajar siang-malam: cara membuat sertifikat ekspor, uji laboratorium mutu, standar kebersihan, hingga sistem pembayaran internasional.
Satu hal yang tak pernah mereka tinggalkan: kejujuran dan amanah.
“Kami tidak main timbangan. Kalau beratnya 100 kilo, ya dikirim 100 kilo. Kualitasnya kami jaga. Kami tak mau tipu pembeli,” ujar Fachrul tegas.
Dan kejujuran itulah yang menjadi pembeda. Di saat banyak eksportir lain dicurigai menaikkan harga atau mengurangi mutu, pembeli luar negeri justru percaya penuh pada mereka.
Tembus Pasar Timur Tengah dan China
Tiga tahun kemudian, hasil kerja keras itu berbuah manis. Produk rempah mereka — lada hitam, biji pala, kapulaga, dan cengkeh — mulai dikirim ke Mesir, China, dan India.
Dari gudang sederhana di Bekasi, mereka mengirim kontainer pertama berisi 20 ton pala kering ke Kairo.
“Kami sujud syukur waktu itu. Dari lumbung desa ke pasar dunia, rasanya tidak mungkin, tapi Allah tunjukkan jalannya,” tutur Steven, sambil tersenyum haru.
Kini, PT Pesona Mas Indoperkasa telah menjadi salah satu eksportir muda berprestasi. Omzetnya mencapai miliaran rupiah per bulan, tapi yang paling berharga bagi mereka bukan angka itu.
Kejutan yang Tak Terduga
Yang membuat banyak orang terkejut adalah cara mereka memaknai kesuksesan.
Alih-alih memperkaya diri, mereka justru membangun kembali desa-desa penghasil rempah di NTT.
Setiap transaksi ekspor besar, 10 persen laba mereka sisihkan untuk:
Membangun masjid dan madrasah di desa mitra.
Mendanai beasiswa anak petani.
Membuat pelatihan “Santri Preneur Rempah” agar generasi muda desa bisa berwirausaha sendiri.
“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai eksportir. Kami ingin dikenal sebagai pelayan petani,” ucap Daffi penuh keyakinan.
Kini, lebih dari 200 petani di NTT dan Sulawesi menjadi mitra tetap mereka. Pendapatan mereka naik 3–5 kali lipat dibanding sebelum bergabung. Dan yang lebih membanggakan, anak-anak petani yang dulu sulit sekolah kini bisa kuliah.
Pesan untuk Generasi Muda Muslim
Saat ditanya apa pesan untuk generasi muda yang ingin sukses seperti mereka, Yusuf menjawab dengan kalimat sederhana namun dalam:
“Jangan kejar untung dulu. Kejar ridha Allah. Kalau Dia sudah ridha, rezeki akan datang tanpa bisa kamu halangi.”
Kalimat itu seakan menjadi penutup yang paling indah — sekaligus kunci dari kisah empat pemuda muslim yang membuktikan bahwa doa subuh, kejujuran, dan kerja keras bisa menaklukkan pasar dunia.
Kisah Inspiratif ini Di ambil dari berbagai Sumber
(AM-02)
#KisahSukses #PengusahaMuslim #RempahIndonesia #EksporNTT #InspirasiSantri #EkonomiBerkah #MataElang24












