DPP Majelis Ulama Nusantara : “Jika Perdamaian Sebagai Karunia Allah, Lalu Apa Manfaatnya Perang Bagi Ummat ?”

Citangkil Cilegonbhayangkaranews24.id, Menyikapi ajakan perang di bulan suci Ramadan oleh seorang tokoh Muslim seperti ajakan perang kepada sesama Muslim dan caci maki oleh oknum tokoh Islam yang memantik banyak pihak berkomentar, sebenarnya hal tersebut sangat mencederai Islam dan kesucian bulan Ramadan itu sendiri yang semestinya di isi dengan nasihat-nasihat yang menginspirasi peningkatan amal sholih, kesejukan dan kedamaian di tengah-tengah ummat dalam bingkai kondusifitas berbangsa dan bernegara. Sebab bagaimanapun tidak ada alasan syar’i sesama Muslim memerangi saudara Muslimnya apalagi jika gara-gara kepentingan pribadi.

 

 

Sekjen Majelis Ulama Nusantara (MUN), Kyai Alwiyan Qosid Syam’un mengajak kepada semua pihak, termasuk kepada para pemuka agama agar mengedepan sikap moderat dalam menyikapi segala persoalan, senantiasa mengedepankan ilmu dan keadilan serta mengedapankan kepentingan kemaslahatan ummat. Di negara ini tidak boleh ada satu kelompok merasa lebih tinggi dan dominan dibanding kelompok lainnya, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dihadapan hukum. Begitupun dalam Islam, tidak ada kemulyaan seseorang di hadapan Allah karena latar belakang kelompok tertentu atau nasabnya, tapi karena ketaqwaannya.

 

Oleh karenanya, marilah kita jaga kedamaian di negara ini sebagai bentuk tanggung-jawab sebagai warga negara dan bentuk rasa syukur kita kepada Allah sebagai insan beragama.

 

Perlu diingat bahwa menjaga tetap keberadaan maslahat sebagai tujuan syari’at itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, dan merusak kemaslahatan yang mendatangkan kemudharatan adalah perbuatan yang diharamkan bagi setiap muslim.

 

Negara ini sudah banyak masalah, mestinya kehadiran tokoh tokoh pemuka agama hadir menjadi bagian dari solusi atas persoalan kebangsaan kita bukan justru menjadi masalah yang harus diurus oleh bangsa ini. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan keshalihan sosial, insya Allah bangsa dan negara ini akan semakin membaik.

 

Imam Suyuthi memberikan pandangan terkait ayat ke 11 pada surat Arra’ad bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat kebaikan yang Allah berikan kepada suatu kaum sepanjang kaum tersebut melakukan hal-hal yang positif atau kemaslahatan kecuali kaum itu sendiri yang mengubah dari keadaannya yang semula baik menjadi kerusakan.

﴿إنّ اللَّه لا يُغَيِّر ما بِقَوْمٍ﴾ لا يَسْلُبهُمْ نِعْمَته ﴿حَتّى يُغَيِّرُوا ما بِأَنْفُسِهِمْ﴾ مِن الحالَة الجَمِيلَة بِالمَعْصِيَةِ

Kedamaian di Indonesia adalah karunia dari Allah untuk bangsa Indonesia, lalu apa manfaatnya merusak kedamaian tersebut dengan perang bagi ummat ? jelas mudharat yang tidak dikehendaki oleh Allah dan RosulNya.

Wallahu a’lam.

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *