Serang Banten – MataElang24.com, Terbunuhnya Khalifah Utsman Bin Affan ra dipicu oleh fitnah Abdullah Bin Saba — seorang Mualaf yg sebelumnya seorang Yahudi Yaman. Utsman yg sudah berusia sepuh (82 tahun) dipersekusi oleh sekelompok orang dan dibunuh saat membaca Alquran. Jenazahnya baru bisa dikuburkan empat hari kemudian.
Berikutnya, terbunuhnya Khalifah Ali Bin Abithalib ra akibat tindakan Abdullah Bin Muljam (seorang Pengajar Ilmu Alquran kesayangan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra) yang terperosok ke dalam paham sempalan : khawarij (kelompok kecil yang menyempal dari kelompok mayoritas dan merasa benar sendiri).
Mulzam tidak menyetujui dan menuduh kafir kepada Sayidina Ali ra karena telah berdamai dengan pihak Siti Aisyah Binti Abubakar Ra yg sebelumnya bertikai dalam Perang Shifin. Tragisnya Husein Bin Ali Bin Abithalib ra terpenggal kepalanya dalam suatu peristiwa Huru-hara Karbala.
Waspadai segelintir orang yang memaksakan kebenaran menurut versinya sendiri dan kehendaknya sendiri.
Kebenaran itu harus berdasar kepada “Agama” dan “Darigama” (Hukum Positif, Hukum Negara, Hukum Sosial). Juga berdasarkan kepada akal sehat kaum mayoritas. Tidak hanya berdasarkan kebenaran menurut versi segelintir orang.
Karena toh pada hakikatnya kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara ini berdasar kepada Kesepakatan2, Konvensi2 Bersama. Yang terwujud dalam UUD, UU, PP, Perda dan seterusnya. Dan juga dalam Masyarakat Adat. Serta dalam Kehidupan Kolektif Manusia.
“Tetaplah yakini dan katakan bahwa 1 + 1 = 2. Bukan 3, 4, 5 dan seterusnya. Apalagi jawabannya menjadi 11.
Tetaplah katakan bahwa nilai2 Kebaikan, Kebenaran, Kejujuran, Keadilan dan Kemanfaatan untuk Orang Banyak2 adalah nilai2 yg harus abadi kapanpun, di manapun dan di hadapan siapapun!.
(HAJ, 13/05/2025).
Penulis : KH. Ahmad Jajuli
(AM-02)












