Jakarta Timur – MataElang24.com, Sebuah kisah nyata yang menyentuh hati datang dari seorang ustazah sederhana, guru ngaji kampung yang kesehariannya mengajar di berbagai majelis taklim. Kisah ini disampaikan langsung oleh KH. Ibnu Mulkan Syakrim Bin Abuya KH. Muhammad Syakrim, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ibad, Jakarta Timur. Minggu 4 Mei 2025
Setiap hari, sejak wafatnya almarhum Abuya KH. Muhammad Syakrim, sang ustazah tidak pernah lupa membaca tawasul untuk beliau, khususnya setelah shalat dan sebelum mengajar. Doa dan rasa cintanya kepada sang ulama terus dipanjatkan dengan penuh keyakinan.
Yang membuat kisah ini begitu menggetarkan hati adalah kejadian yang baru saja ia alami. Ustazah tersebut tercatat dalam antrean keberangkatan haji untuk tahun 2041. Namun, beberapa malam lalu, ia bermimpi bertemu Abi KH. Muhammad Syakrim di Mekkah, dalam keadaan mengenakan pakaian ihram. Dalam mimpi itu, beliau mencium tangan Abi – sebuah isyarat penuh makna.”Ujar KH. Ibnu Mulkan Syakrim
Tanpa diduga, keesokan harinya, ia menerima kabar mengejutkan: dirinya akan diberangkatkan haji tahun ini, pada tanggal 26 Mei – jauh lebih cepat dari jadwal seharusnya. Lebih luar biasa lagi, keberangkatan ini tidak memerlukan biaya sedikit pun. Semuanya atas kehendak Allah.
“Subhanallah, inilah berkah tawasul. Allah yang mengatur segalanya,” ungkap KH. Ibnu Mulkan penuh haru.
Pagi ini, sebagai bentuk syukur dan cinta, sang ustazah mengajak keluarganya untuk berziarah ke makam almarhum Abi KH. Muhammad Syakrim. Air mata haru menyertai langkahnya – berangkat haji tanpa harus menunggu tahun 2041 seperti yang sebelumnya terdaftar.
Kisah ini menjadi pengingat betapa doa yang tulus, rasa cinta kepada para ulama, serta keyakinan kepada Allah mampu membuka jalan yang tak terduga. Sebuah inspirasi pagi yang meneguhkan iman dan harapan.
Wallahu a’lam.
Sumber Cerita : Ustadzah Terkait
Narasumber : KH. Ibnu Mulkan Syakrim Bin Abuya KH. Muhammad Syakrim
(AM-02)












