Oleh Dr KH Ahmad Fahrur Rozi
Jakarta — MataElang24.com, Jika kita membaca kembali Bab Ketiga Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang disusun para muassis, tampak jelas bahwa arah perjuangan NU sejak awal sangat berfokus pada penguatan umat. Para pendiri NU menempatkan persatuan ulama, dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi sebagai agenda utama jam’iyah.
Qanun Asasi mengajarkan pentingnya mempererat hubungan antarulama Ahlussunnah wal Jamaah agar umat tetap bersatu dan terhindar dari perpecahan. Para ulama juga menekankan pentingnya pendidikan melalui penguatan madrasah dan pesantren sebagai pusat pembentukan ilmu, akhlak, dan karakter bangsa. Dakwah harus dilakukan dengan hikmah dan kebijaksanaan, menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin kepada masyarakat luas.
Di samping itu, para muassis NU memberikan perhatian besar kepada kaum fakir miskin, anak yatim, pesantren, dan kelompok masyarakat yang lemah. Mereka juga memikirkan kemandirian ekonomi umat melalui kerja sama, usaha bersama, dan berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Semua ini menunjukkan bahwa orientasi perjuangan NU sejak awal adalah menghadirkan kemaslahatan nyata bagi warga nahdliyin dan masyarakat Indonesia.
Karena itu, sudah sepatutnya agenda-agenda tersebut kembali menjadi prioritas utama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Energi organisasi seharusnya lebih banyak dicurahkan untuk memperkuat pendidikan, meningkatkan kualitas dakwah, menjaga persatuan umat, memperluas pelayanan sosial, membangun rumah sakit, memberikan beasiswa, memberdayakan pesantren, serta mengembangkan kemandirian ekonomi warga.
Keterlibatan dalam berbagai isu internasional tentu tidak dilarang selama membawa manfaat. Namun jangan sampai perhatian terhadap agenda global justru mengurangi fokus terhadap tugas utama jam’iyah, yaitu melayani umat, membina warga, memperkuat pendidikan, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. NU dibangun oleh para ulama bukan untuk mengejar panggung internasional, melainkan untuk menjadi pelayan umat dan penjaga agama di tengah masyarakat.
Semakin besar sebuah organisasi, semakin penting baginya untuk selalu kembali kepada tujuan awal pendiriannya. Dan jika merujuk kepada Qanun Asasi, maka prioritas perjuangan NU seharusnya tetap berpijak pada penguatan umat melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, persatuan, dan kemandirian ekonomi; bukan urusan global di luar negeri . Di situlah ruh perjuangan para muassis yang perlu terus dijaga dan diwariskan.
(AM-02)












