Ketua Umum MUN KH. Ibnu Mulkan Syakrim: “Semua Orang Boleh Ikut Lebaran, Tapi Tidak Semua Meraih Idul Fitri”

Jakarta, 23 Maret 2025MataElang24.com, Dalam sebuah acara silaturahmi yang berlangsung sore tadi, Ketua Umum Majelis Ulama Nusantara (MUN), KH. Ibnu Mulkan Syakrim, menyampaikan pesan yang mendalam mengenai makna Idul Fitri.

 

Dalam tausiyahnya, KH. Ibnu Mulkan Syakrim mengingatkan bahwa Hari Raya Lebaran adalah momen yang bisa dirayakan oleh semua orang, namun tidak semua orang benar-benar mencapai esensi Idul Fitri.

“Semua orang boleh ikut Lebaran, tapi tidak semua orang meraih Idul Fitri,” ujar beliau.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pencapaian spiritual yang hanya dapat diraih oleh mereka yang berhasil mensucikan diri selama Ramadan. Ia menekankan bahwa hakikat Idul Fitri bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan lezat, melainkan tentang kebersihan hati, keikhlasan, dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Makna Idul Fitri yang Sesungguhnya

 

KH. Ibnu Mulkan Syakrim menjelaskan bahwa Idul Fitri berasal dari kata ‘fitrah’, yang berarti kembali kepada kesucian. Menurutnya, seseorang baru benar-benar meraih Idul Fitri jika ia berhasil menjalani Ramadan dengan penuh keimanan dan introspeksi diri.

 

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik jiwa agar lebih bersabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah. Jika setelah Ramadan kita masih kembali kepada kebiasaan buruk, maka hakikat Idul Fitri belum kita raih,” paparnya.

 

Silaturahmi Sebagai Sarana Penguatan Ukhuwah

 

Acara silaturahmi yang berlangsung khidmat ini juga menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. KH. Ibnu Mulkan Syakrim menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

 

“Ramadan mengajarkan kita tentang kebersamaan. Idul Fitri harus menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tambahnya.

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, ulama, dan masyarakat sekitar. Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan doa bersama serta ramah tamah antar jamaah.

 

Dengan pesan yang disampaikan KH. Ibnu Mulkan Syakrim, diharapkan masyarakat tidak hanya fokus pada perayaan Lebaran secara lahiriah, tetapi juga berusaha meraih Idul Fitri yang hakiki—yakni kembali kepada kesucian hati dan peningkatan keimanan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *