Laka lantas kembali terjadi di kecamatan kosambi Tangerang.

Tangerang KabupatenMataElang24.com, 30/10/24. Laka lantas kembali terjadi di kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang yang di sebabkan oleh mobil proyek truk pengangkut tanah.

Kecelakaan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang khususnya Tangerang di bagian utara yang berbatasan langsung dengan Kota Tangerang dan jakarta

Untuk kesekian kalinya kecelakaan terjadi lagi kali ini di kecamatan kosambi Kabupaten Tangerang korbannya yaitu warga kampung gigi kecamatan kosambi.

Padahal 2 Hari sebelumnya mahasiswa dan LSM serta masyarakat setempat telah melakukan unjuk rasa orasi damai di depan kantor kecamatan kosambi yang juga di ketahui pemerintah setempat bapak asmawi camat kosambi dan jajarannya.untuk segera menetapkan dan mengesahkan perbup no 12 tahun 2022 yang menetapkan jam operasional truk besar dan truk proyek dari jam 22:00 sampai jam 05:00.

Tetapi dari unjuk rasa untuk kesekian kalinya tetap tidak gubris tidak di endahkn oleh pemerintah terkait yaitu pemerintah setempat khusus pemerintah kabupaten Tangerang.

Sehingga untuk kesekian kalinya banyak korban dari truk mobil tanah proyek setempat.

Yang sudah di ketahui proyek dari pik2 di kabupaten Tangerang ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun namun sangat semeraut sekali dari jam operasional yang berlangsung selama 24 jam nonstop yang menyebabkan jalan-jalan di sekitaran wilayah utara kabupaten Tangerang rusak parah dan rawan kecelakaan belum juga patut di duga banyak oknum sopir truk tanah yang mengendarai mobil proyek dalam keadaan mabuk sehingga ugal-ugalan dan membahayakan para pengendara lain dan patut di duga oknum sopir mobil pengangkut tanah selain mengonsumsi minuman berakhol/miras di duga juga sering membawa wanita yang bukan istrinya dalam keadaan mengendarai di duga wanita itu wanita malam.

Mahasiswa dan elemen masyarakat tidak tinggal diam atas kejadian-kejadian kecelakaan lalu-lintas yang di sebabkan mobil truk tanah mahasiswa dan sudah masyarakat sudah melaporkan dan sudah sering berorasi menuntut pemerintah terkait agar segera menertipkan mobil truk proyek agar sesuai aturan namun tetapi pemerintah terkait seakan-akan menutup mata dan telinga sehingga tidak memperdulikan tuntutan masyarakat.

 

Penulis Suheri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *