Tangerang, MataElang24.com – Pemancangan perdana Masjid Al-Ikhlas di kawasan PIK2 pada 5 Maret 2025 menjadi sorotan publik. Acara ini turut memperlihatkan keakraban antara pengusaha sukses, Sugianto Kusuma alias Pak Aguan, dengan Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Gus Rofi. Kehadiran tokoh lainnya, seperti Gus Irfan Wesi dan Sandy Tumiwa, semakin memperkuat makna dari peristiwa tersebut.

Menurut Gus Rofi, dirinya dan rekan-rekannya, seperti Gus Wesi, Wanbek, dan Bang Sandy, selalu berusaha membantu masyarakat tanpa pamrih. “Tidak ada embel-embel di belakangnya, hanya murni membantu,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran Pak Aguan sebagai pengusaha yang telah memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat. “Tenaga kerja di PIK sudah lebih dari 100.000 orang, belum lagi kontribusinya terhadap pajak yang mencapai 50 triliun rupiah,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Rofi mengaku terkejut sekaligus terhormat atas sambutan hangat dari Pak Aguan. “Saya kaget ketika Pak Aguan menyebut nama saya. Padahal, kami hanya diundang untuk pemancangan Masjid Al-Ikhlas di PIK2, tetapi suasana yang terjalin terasa begitu akrab,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Rofi menegaskan bahwa misi utama BKN adalah membela rakyat secara menyeluruh. “Kami tidak hanya membela sebagian, tetapi semuanya. Kalau pun ada kekurangan atau kesalahan dalam proyek besar ini, itu wajar dan akan diperbaiki,” katanya. Ia juga mengapresiasi sikap Pak Aguan yang tetap membalas hujatan dengan kebaikan, sesuatu yang menurutnya luar biasa dan patut dicontoh.
Sementara itu, data dari BKN menunjukkan bahwa di kawasan PIK1 dan PIK2 telah berdiri hampir 25 masjid dan mushola, meskipun pembangunan PIK2 baru mencapai 20% dari keseluruhan proyek. “Pengusaha yang baik adalah yang mampu membaca kebutuhan umat. Misalnya, di kawasan ini mayoritas pengunjung dan karyawan adalah Muslim, maka sudah seharusnya disediakan tempat ibadah yaitu Masjid dan Musholla yang nyaman dan layak,” jelas Gus Rofi.
Gus Irfan Wesi, Pengurus DPP BKN Bidang Litbang, juga memberikan apresiasi terhadap kebersihan di PIK2. Pernyataan ini langsung disambut oleh Gus Rofi yang menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. “PIK2 ini sangat bersih, dan itu adalah bentuk pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Gus Irfan Wesi menilai bahwa Gus Rofi adalah sosok yang layak dijadikan panutan dalam berbuat kebaikan. “Gus Rofi bisa dibilang sebagai ‘Man of the Year’. Berita-berita baik tentang beliau selalu viral, dan banyak yang menginginkan kehadirannya di tengah masyarakat,” ungkapnya dengan bangga.
Dengan berbagai kontribusi nyata, terutama dalam pembangunan masjid, PIK2 bukan sekadar proyek properti, melainkan contoh bagaimana sebuah kawasan dapat berkembang dengan memperhatikan kepentingan umat beragama sekaligus memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. (AM-02)












