Pembangunan Saluran Primer Jalan Syach Beringin Menuju Jalan Baja Diduga Asal Jadi

Mataelang24.com. l. Tebing Tinggi

Seperti pembangunan saluran primer jalan Syech Beringin menuju saluran primer jalan Baja, Kota Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Sumatera Utara pembangunan saluran primer tidak tertulis Volume di plang informasi publik, panjang berapa meter, kedalaman berapa meter, ketebalan berapa cm, nilai kontrak : Rp.488.804.939,02 (empat ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus empat ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan koma dua rupiah) pelaksana. Betesda Lima Serambi, Sumber Dana DPA PUPR Kota Tebing Tinggi, TA 2024, waktu pelaksanaan 180 ( seratus delapan puluh) hari kalender.

Disaat awak media melintas k “Saragih di jalan Baja berapa hari yang lalu, awak media melihat di lokasi pembangunan saluran drainase tersebut ada kejanggalan, pasalnya di lokasi pengerjaan proyek saluran drainase tersebut tidak ditemukan volume dipapan plang informasi, panjang berapa meter, ketebalan berapa cm, dan kedalaman berapa meter saluran drainase tersebut, bahan yang digunakan batu koral, pasir, semen, besi, diduga campuran semen pasir tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan saluran drainase yang lama dihancurkan, sisa batu koral lama di pasang kembali oleh pekerja proyek di duga pengerjaan proyek tersebut asal jadi.

Saat dimulainya pekerjaan proyek saluran primer, rekanan sudah memasang papan informasi proyek agar pengawas lapangan dari instansi terkait dan juga seluruh masyarakat mengetahui dan bisa memonitoring pekerjaan tersebut. Menurut LSM. LPKN Tipikor di lapangan, pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase mulai disorot warga setempat, maupun warga yang melintas dari lokasi pembangunan. Saut Tua Torang Hutapea mengatakan, pekerjaan proyek yang sudah berjalan sampai saat ini, pekerjaan proyek tersebut diduga ada kejanggalan

Hal inilah yang menjadi sorotan, bahwa pekerjaan drainase ini di duga proyek siluman, karena sama sekali tidak adanya volume panjang berapa meter, ketebalan berapa cm, dan kedalaman berapa meter, volume tersebut tidak tertulis di papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan, ucap Saut.

Pada hari Sabtu5/9/2024 awak media media mata elang dan LSM LPKN Tipikor konfirmasi dengan warga setempat yang tidak mau di sebutkan namanya di media, warga tersebut mengatakan pada pekerjaan proyek saluran drainase, terpasang papan nama informasi proyek terindikasi sebagai salah satu trik dugaan untuk membohongi masyarakat agar tidak ter monitoring besar anggaran dan sumber dana dari DPA PUPR Kota Tebing Tinggi TA 2024, Padahal pemasangan papan nama informasi proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Masih kata narasumber, bahwa pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase mulai disorot warga setempat maupun warga yang melintas dari lokasi pembangunan, tutup nara sumber. Di saat itu pelaksana maupun Konsultan, pengawas tidak berada di lokasi, sehingga awak media belum berhasil melakukan konfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

(K.Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *