SOSIALISME INDONESIA

CilegonMataElang24.com, Sayangnya kemiskinan itu tak jarang dianggap wajar oleh sebagian masyarakat melalui keyakinan dan hegemoni yg terus dijejalkan oleh kekuasaan kepada publik dengan berbagai doktrin, termasuk menggunakan agama dengan tafsir² yg sesuai seleranya bahwa Allah menciptakan sebagian kaya dan sebagian miskin serta doktrin sabar dalam menerima takdir-Nya adalah keimanan, sehingga persoalan Pemiskinan, ketimpangan sosial dan sistem ekonomi yang tidak adil tidak lagi dipersoalkan.

 

Hegemoni pemikiran tidak kalah dahsyatnya dari serangan tentara yang menaklukan benteng pertahanan musuh. Ia mampu menyihir dan menggiring manusia yang tertindas menganggap wajar dan normal atas penindasan tersebut, bahkan membela sistem yang menindas diri mereka sendiri.

 

Karenanya, Memahami kekuasaan tidak cukup hanya dengan melihat siapa yang memerintah. Tapi juga harus melihat siapa yang membentuk kesadaran, siapa yang mengendalikan narasi dan informasi, siapa yang menentukan standar kebenaran, dan siapa yang mendefinisikan apa yang dianggap wajar atau normal oleh masyarakat. Dan bagaimana semua itu dibentuk. Di sanalah status quo dipelihara dan di sana pula perubahan sosial biasanya bermula.

 

@Alwiyan Rakjat Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *