Surabaya, 10 Mei 2025 – MataElang24.com, Dalam hati dan pikiran yang jernih, saya menulis. Ini adalah hasil pengamatan dari sudut pandang (viewpoint) yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Dunia semakin berkembang seiring peradaban manusia. Kita semua ikut menyerap informasi dari berbagai sumber.
Zaman dahulu, kita pernah mendengar cerita tentang perubahan kehidupan manusia sebelum teknologi berkembang. Cerita ini bukan lagi rahasia umum. Konon, manusia akan menghadapi berbagai macam cobaan yang kini mulai menjadi kenyataan. Seperti dalam film tentang manusia yang menjadi zombie, isu tentang angka 666 sebagai simbol antikristus, manusia robot, serta perangkat lunak yang akan dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Juga vaksin dan virus yang diuji coba seiring penemuan dalam ilmu pengetahuan.
Menurut pandangan ilmuwan dan religius, penafsirannya berbeda-beda. Ada yang mengatakan dunia semakin mendekati kiamat. Dunia terasa semakin aneh. Tanda-tanda akhir zaman adalah sudut pandang manusia (human point of view). Mari kita sama-sama merenung: apakah ini semua terasa aneh? Di balik semua itu, siapa yang sebenarnya berkepentingan? Siapa yang bertanggung jawab atas tubuh, jiwa, dan roh manusia?
Baru-baru ini, pendiri Microsoft, Bill Gates, melakukan kunjungan ke Indonesia, tepatnya ke Istana Merdeka, pada Rabu, 7 Mei 2025. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Bill Gates akan menjadikan Indonesia sebagai tempat uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) yang dikembangkannya.
Bill Gates menyuarakan ide agar manusia harus terkoneksi dengan perangkat lunak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tujuannya agar tubuh dan jiwa manusia dapat dikendalikan oleh AI. Namun perlu dicatat, Bill Gates bukanlah seorang ahli kesehatan. Ia adalah pengusaha sekaligus pendiri dan CIO Microsoft.
Sangat aneh dan nyata bahwa uji coba vaksin TBC pertama kali akan dilakukan di Indonesia. Negara ini dijadikan pusat uji coba. Mari kita bersama-sama menyadari bahwa dunia kini semakin aneh dan brutal, dipenuhi oleh pengetahuan manusia yang justru bisa merusak kehidupan.
Apa pun agamanya, sukunya, ras, dan budayanya, semua kini menghadapi gelombang isu-isu global yang mengguncang tatanan kehidupan manusia. Saya sebagai penulis telah mempelajari dan mengamati hal ini sejak awal hingga pertengahan, dan saya menyampaikan informasi ini secara positif dan akurat kepada siapa saja yang membaca tulisan saya.
Mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam data dan fakta. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Terima kasih banyak. Waa. Waa. Waa. Waa.
Oleh: Nendi Gire
Ketua DPD Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) Provinsi Papua Barat
Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Provinsi Papua Pegunungan
Pendiri/CIO NAWI ARIGI Group
Sumber : Ketua Umum DPP JWI/Presiden Partai PADI
(AM-02)












