Warga Desa Klebet Keluhkan Sikap Arogansi dari Pelayan kesehatan di puskesmas kemiri

Gambar : Ilustrasi Pelayan Kesehatan Yang Arogan Terhadap Pasien

Kemiri, 31 Desember 2024MataElang24.com, Pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, khususnya yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan, kini dipertanyakan oleh masyarakat Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Warga mengeluhkan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Kemiri diduga tidak memadai dan bahkan sering disertai dengan sikap arogansi dari petugas yang bertugas di sana.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, berinisial S dari Kampung Benyawakan, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pelayanan yang ia terima ketika mengunjungi Puskesmas Kemiri. S mengaku merasa diperlakukan tidak layak meskipun ia datang dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan yang seharusnya memberikan pelayanan gratis.

“Apa karena gratis, jadi kami tidak direspon dengan baik? Buat apa gratis kalau justru membuat yang sakit tambah sakit karena perlakuan tak bermoral dari petugas kesehatan di puskesmas,” ungkap S dengan nada kesal.

S menambahkan, meskipun menggunakan fasilitas BPJS, ia merasa lebih baik memilih untuk membayar biaya pengobatan daripada harus mendapat perlakuan buruk di Puskesmas Kemiri. “Saya lebih memilih berbayar daripada harus mendapatkan perlakuan arogan seperti itu. Mungkin karena mereka buka praktek sendiri, bahkan ada yang ilegal, maka pelayanan di Puskesmas ini jadi semena-mena,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lainnya yang merasa kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kemiri. Mereka menyebutkan bahwa beberapa petugas kesehatan terkesan tidak ramah dan tidak memberikan penanganan yang cepat kepada pasien, meskipun sudah terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Sering Korban Kematian Akibat Kelalaian Pelayanan?
Salah satu hal yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya dugaan kelalaian dalam penanganan pasien, yang bahkan berakibat fatal. Menurut beberapa informasi yang beredar di masyarakat, ada beberapa korban meninggal dunia saat melahirkan di Puskesmas Kemiri, yang diduga akibat kelalaian petugas medis dalam memberikan penanganan yang tepat. Kasus-kasus semacam ini semakin menambah kekhawatiran warga mengenai kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Sudah banyak laporan mengenai kelalaian yang terjadi, termasuk beberapa korban meninggal saat melahirkan. Ini harus jadi perhatian serius,” ujar S, yang berharap pihak berwenang segera menanggapi keluhan tersebut.

Tuntutan Warga kepada Pemerintah dan Penegak Hukum
Masyarakat Kecamatan Kemiri kini menuntut agar pihak pemerintah kecamatan maupun penegak hukum segera menindaklanjuti masalah ini. Mereka meminta agar ada teguran keras dan sanksi terhadap petugas yang terlibat dalam kelalaian pelayanan serta sikap arogan terhadap pasien.

“Kami meminta agar pemerintah kecamatan Kemiri atau pihak berwenang segera turun tangan untuk menegur dan memberi sanksi kepada petugas yang tidak profesional. Kami juga berharap pihak berwenang bisa melakukan penyelidikan terkait kelalaian yang sudah banyak memakan korban,” tegas S.

Warga berharap agar Puskesmas Kemiri dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, tanpa membedakan antara pasien yang menggunakan fasilitas BPJS atau yang membayar secara mandiri. “Kami hanya ingin pelayanan yang manusiawi dan sesuai dengan hak kami sebagai warga negara,” harap S.

Saat berita ini ditayangkan, pihak media ini akan berusaha melakukan konfirmasi lebih dalam terkait dugaan kasus ini

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *