TANGERANG – MataElang24.com, Suasana malam Ramadan yang penuh keberkahan dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas masa depan pendidikan Islam di wilayah Kecamatan Kemiri. Hal ini terlihat dalam diskusi hangat antara Kepala Sekolah MI Darul Muhajirin Rancalabuh, Ustadz M. Saepul Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua PAC, bersama Ustadz Sarani, Sekretaris PAC PERGUNU Kecamatan Kemiri.
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Al-Muhajirin Rancalabuh Kampung Rancalabuh, Desa Rancalabuh ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat sinergi antara para guru, ustadz, dan lembaga pendidikan di bawah naungan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama.
Fokus Program: Guru Berkualitas dan Sejahtera
Dalam diskusi tersebut, Ketua PAC menyampaikan sejumlah program unggulan PERGUNU Kecamatan Kemiri yang akan segera dijalankan. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualifikasi akademik para guru.
“Kami ingin memastikan guru-guru yang belum S1 dapat melanjutkan pendidikan secara gratis,” ujar Ustadz Saepul Bahri.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, baik di sekolah formal maupun lembaga nonformal seperti majelis ta’lim.
Selain itu, PERGUNU juga berkomitmen memberikan insentif atau tunjangan bagi para guru yang dinilai masih membutuhkan dukungan kesejahteraan.
Pengawasan Kurikulum Jadi Perhatian
Tak hanya soal kesejahteraan, PERGUNU Kecamatan Kemiri juga akan memperketat pengawasan terhadap kurikulum pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah umum.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan materi pembelajaran tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman.
“Jika ada kurikulum yang menyimpang dari nilai agama, akan kami tindak dan berikan sanksi,” tegasnya.
Namun demikian, untuk lembaga berbasis pesantren salafiyah, pihak PERGUNU meyakini sistem pendidikan yang berjalan sudah berada pada jalur yang benar.
Guru Ngaji dan Pesantren Juga Diperhatikan
Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Sarani menyoroti perhatian terhadap guru ngaji dan pondok pesantren salafiyah.
Menanggapi hal tersebut, pihak PERGUNU memastikan bahwa:
Guru ngaji juga berpeluang mendapatkan insentif
Pondok pesantren berpotensi mendapatkan bantuan, baik dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat
Bantuan tersebut meliputi sarana prasarana seperti air bersih hingga dukungan operasional lainnya.
Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Umat
Diskusi yang berlangsung penuh keakraban ini tidak hanya membahas program kerja, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah antar tokoh pendidikan.
Kedua tokoh sepakat bahwa kolaborasi antara sekolah, pesantren, dan organisasi guru menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Harapan ke Depan
Dengan berbagai program yang dirancang, PERGUNU Kecamatan Kemiri diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan Islam di wilayah Tangerang, khususnya di Desa Klebet dan sekitarnya.
Diskusi ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi umat.
“Semoga semua ikhtiar ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” tutup Ustadz Sarani.
(AM-02)












