Tangerang — MataElang24.com, Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara Haflatul Wada atau pelepasan santri Pondok Pesantren Daarul Ahsan yang berlokasi di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, alim ulama, wali santri, serta tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk KH. Hafiz Gunawan selaku Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Hafiz Gunawan menyampaikan bahwa momentum Haflatul Wada bukan hanya sekadar seremoni pelepasan santri, melainkan menjadi tonggak lahirnya generasi muda Islam yang siap mengabdikan ilmu, menjaga akhlakul karimah, serta meneruskan perjuangan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.
Beliau juga mengapresiasi dedikasi pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ahsan, KH. Maman Lukman Hakim, MA., yang dinilai berhasil membangun pendidikan pesantren yang memadukan nilai-nilai salafiyah dengan sistem pendidikan modern tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.
Acara Haflatul Wada berlangsung khidmat dan meriah. Para santri dan santriwati menampilkan berbagai persembahan islami mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hadroh, hingga penampilan kreativitas santri yang disambut antusias oleh para wali santri dan tamu undangan.
Ratusan masyarakat yang hadir tampak memenuhi area acara dengan suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momen pelepasan santri tersebut menjadi bukti kuatnya hubungan emosional antara pesantren, santri, dan wali santri dalam membangun pendidikan berbasis akhlak dan keilmuan.
KH. Hafiz Gunawan berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang membawa manfaat bagi umat, agama, dan negara. Menurutnya, keberhasilan santri tidak hanya diukur dari luasnya ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan menjaga adab, akhlak, dan istiqamah dalam perjuangan dakwah.
“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Dari pesantren lahir penjaga akidah, penerus perjuangan ulama, serta calon pemimpin umat di masa depan,” ujar beliau di sela kegiatan Haflatul Wada tersebut.
(AM-02)












