Tangerang Banten – MataElang24.com, Islam menempatkan kerja sebagai amal mulia yang menjadi jalan rezeki sekaligus ibadah. Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم memberikan teladan nyata tentang pentingnya berusaha, bukan sekadar meminta-minta.
Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, dikisahkan seorang pengemis dari kalangan Anshar datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk meminta bantuan. Nabi lalu bertanya, “Apakah kamu memiliki sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab bahwa ia hanya memiliki sehelai pakaian sehari-hari dan sebuah cangkir.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم kemudian meminta pengemis tersebut untuk membawa barang-barang itu. Setelah diserahkan, Nabi menawarkan kepada para sahabat. Awalnya seorang sahabat menawar satu dirham, lalu ada yang menaikkan harga hingga dua dirham. Barang itu pun terjual, dan hasilnya diberikan Nabi kepada pengemis.
Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ambillah satu dirham untuk membeli makanan bagi keluargamu, dan sisanya gunakan untuk membeli kapak. Carilah kayu bakar lalu juallah. Aku tidak ingin melihatmu lagi selama lima belas hari.”
Pengemis itu menuruti arahan Nabi. Lima belas hari kemudian ia kembali, membawa hasil usaha sepuluh dirham. Sebagian digunakan untuk membeli pakaian, sisanya untuk kebutuhan keluarga. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun bersabda:
“Ini lebih baik bagimu, karena mengemis hanya akan menjadi noda di wajahmu kelak di akhirat, kecuali dalam tiga keadaan: fakir yang benar-benar tidak memiliki apa-apa, terlilit utang yang tak mampu dibayar, atau menderita penyakit yang menghalangi seseorang untuk bekerja.” (HR. Abu Dawud).
Hadis-Hadis tentang Kemuliaan Bekerja
Banyak hadis lain menegaskan pentingnya usaha dengan tangan sendiri:
“Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikulnya, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
“Tidaklah seseorang makan lebih baik kecuali dari hasil usahanya sendiri. Nabi Dawud ‘alaihissalam pun makan dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Al-Bukhari).
“Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja di siang hari, maka malam itu ia diampuni Allah Ta’ala.” (HR. Ahmad dan Ibnu Asakir).
Ketika ditanya pekerjaan terbaik, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab: “Usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perniagaan yang baik.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).
Pesan Moral
Kisah ini menjadi teladan bahwa Islam menolak budaya malas dan menggantungkan hidup pada orang lain tanpa usaha. Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak hanya menolong pengemis itu secara materi, tetapi juga membekalinya dengan keterampilan untuk mandiri.
Semoga kita semua mendapat kekuatan dari Allah untuk senantiasa bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga terhindar dari kefakiran dan kemiskinan. Allahumma Aamiin.
(AM-02)












