Tangerang — MataElang24.com, Di tengah padatnya agenda organisasi, KH. Hafiz Gunawan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah dengan menghadiri Kajian Rutin Mamang Bibi Banten & DPD M3CB yang digelar bersama KBNU Provinsi Banten.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 04 Mei 2026 (17 Dzulqa’dah 1447 H), pukul 21.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kediaman Ketua MWCNU Jayanti (Majelis Fathul Abror) KH. Ahmad Munawar Dzanafi, berlangsung penuh khidmat dan antusiasme jamaah.
Bahas Fiqih Praktis: Sah dan Tidaknya Berjamaah
Dalam kajian tersebut, para peserta mendapatkan pembahasan mendalam terkait persoalan fiqih yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni sah dan tidak sahnya hubungan berjamaah antara imam dan ma’mum.
Materi yang dikaji merujuk pada kitab klasik, di antaranya penjelasan dari I’anatut Thalibin yang mengutip Fathul Mu’in, terkait kondisi-kondisi tertentu seperti:
Makmum yang memiliki uzur (beser, hadas terus-menerus)
Perbedaan posisi imam dan makmum
Ketentuan mengikuti gerakan imam dalam berbagai keadaan
Pembahasan ini menjadi sangat menarik karena menyentuh praktik ibadah yang sering terjadi di masyarakat, namun belum sepenuhnya dipahami secara mendalam.
Dihadiri Tokoh NU dan Perwakilan M3CB
Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh dan elemen Nahdlatul Ulama, termasuk perwakilan M3CB serta Ketua MWC NU Kecamatan Lain, Kehadiran mereka memperkuat sinergi dalam menjaga tradisi keilmuan berbasis pesantren di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, KH. Bakung bertindak sebagai muqri (pemateri), sementara Kiyai Marjuk dipercaya sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis.
Komitmen Ulama di Tengah Kesibukan
Kehadiran KH. Hafiz Gunawan di tengah kesibukannya menjadi bukti nyata bahwa ulama tetap hadir di tengah umat, membimbing, menguatkan, dan menjaga kesinambungan tradisi ilmu.
Partisipasi beliau juga menjadi motivasi bagi para jamaah dan pengurus untuk terus aktif dalam kegiatan keilmuan, khususnya dalam memahami fiqih secara benar sesuai manhaj Aswaja.
Menjaga Tradisi Kajian Malam
Kajian yang berlangsung hingga larut malam ini mencerminkan kuatnya tradisi ngaji di kalangan Nahdliyin, di mana ilmu tidak hanya dipelajari, tetapi juga didiskusikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan dan menjadi pedoman dalam beribadah.
(AM-02)












