Sosial  

Diduga Jadi Ajang Korupsi Adanya Proyek Siluman Tanpa Papan Proyek Di Desa Kemiri

TangerangMataElang24.com, Senin-29 April 2024 Diduga jadi ajang korupsi oleh para koruptor berkedok, proyek marak di Kp.Santri Kober Rt.013/004 Desa Kemiri bagaimana tidak yang seharusnya di setiap proyek yang dikerjakan itu seharusnya memasang papan proyek yang menjelaskan proyek apa yang sedang dikerjakan berapa anggaran nya, berapa hari dalam pengerjaan nya , dan CV Apa yang mengerjakan nya tapi sangat disayangkan hampir di setiap proyek yang ada di kabupaten tangerang tidak menyertakan papan proyek.poin Ke-Satu Poin ke-Dua Pemasangan paving tidak Ada Alat pengeras,Poin Ketiga tidak Ada nya Safety Untuk Pengaman kerja Saat Awak Media Tinjau Langsung Di Lokasi

 

Kami selaku Dari media kontrol sosial Maju Bersama Kabupaten Tangerang, ( Majelis Pimpinan Cabang ) Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Meminta kepada awak media yang ada di kemiri Untuk Mengawal Kegiatan proyek tersebut agar Bisa Melihat langsung kelapangan menemukan banyak sekali proyek proyek siluman tersebut jelas sekali itu ada isinya indikasi dugaan merugikan negara sebagaimana yang telah tertera di UU no 14 TAHUN 2008 bahwa setiap proyek itu harus memasang papan proyek ,yang mana dalam UU Tersebut membahas tentang KIP (Keterbukaan informasi publik)

 

para pekerja saat Di tanyakan kepada awak Media Jawab nya Tidak Tahu, Dan pekerja pun saat Melaksanakan Kerja Tanpa Safety Tidak menggunakan Pengaman Apapun,

 

 

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek.

Baik memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

 

Peningkatan jalan paving blok Menuju kober Tepat nya Di kampung Santri Rt.013/Rw.004 Desa Kemiri Kecamatan Kemiri, senilai puluhan juta rupiah tersebut mulai disoroti oleh beberapa aktivis dan para awak media yang melintas dari lokasi pembangunan. Minggu,(28/04/24).

 

 

Red. ( yudi S.014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *