Leader Nahdliyin United Ingatkan Keras: Jangan Kotori Muktamar NU ke-35 dengan Jual beli Suara, Bisa Mati Meleet!!!!

KediriMataElang24.com, Leader Nahdliyin United (LNU), Cak OFi, menyampaikan peringatan keras menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa segala bentuk praktik “bermain uang” dalam momentum sakral organisasi keagamaan tersebut merupakan tindakan yang mencederai nilai-nilai luhur NU.

 

Cak OFi secara tegas mengingatkan bahwa siapa pun yang terlibat dalam praktik transaksional, baik untuk kepentingan dukungan maupun pengaruh dalam forum Muktamar, akan menanggung akibat yang berat, baik secara moral maupun spiritual.

 

“Jangan coba-coba mencederai Muktamar NU dengan praktik uang. Ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum perjuangan ulama. Siapa yang bermain uang, siap-siap menerima konsekuensi yang mengenaskan,” tegasnya dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media.

 

Menurutnya, Muktamar NU bukanlah ajang politik transaksional, melainkan ruang musyawarah para ulama dan kader untuk menentukan arah perjuangan umat. Ia menilai, jika praktik-praktik tidak sehat dibiarkan, maka akan merusak marwah organisasi yang selama ini dikenal sebagai penjaga tradisi keilmuan dan akhlak Ahlussunnah wal Jama’ah.

 

Cak OFi juga mengajak seluruh elemen Nahdliyin, mulai dari pengurus wilayah hingga akar rumput, untuk menjaga integritas dan keikhlasan dalam mengikuti setiap tahapan Muktamar. Ia menekankan pentingnya niat lillahi ta’ala dalam berkhidmat di NU.

 

Dalam perspektif ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, praktik suap dan manipulasi dalam urusan kepemimpinan termasuk perbuatan yang dilarang keras. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa jabatan yang diraih dengan cara batil akan membawa kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Hal senada juga ditegaskan dalam Ta’limul Muta’allim, bahwa keberkahan ilmu dan kepemimpinan sangat bergantung pada kejujuran serta keikhlasan niat.

 

Pernyataan Cak OFi ini pun menuai beragam respons dari kalangan Nahdliyin. Sebagian besar menyambut baik sebagai bentuk pengingat moral agar Muktamar NU ke-35 berjalan dengan bersih, bermartabat, dan sesuai dengan nilai-nilai perjuangan para muassis (pendiri) NU.

 

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar, harapan besar disematkan agar forum tertinggi NU ini benar-benar menjadi ajang konsolidasi umat yang membawa maslahat, bukan justru tercoreng oleh kepentingan sesaat.

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *