Sosial  

Ngopi Bareng Ulama: Membangun Sinergi Dakwah dan Pendidikan Umat di Banten

BantenMataElang24.com, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan “Ngopi Bareng” yang mempertemukan dua tokoh ulama kharismatik, KH. Hafiz Gunawan selaku Ketua Tanfidziah PWNU Provinsi Banten bersama KH. Syarif Hidayatullah, Pimpinan Pondok Pesantren Daaru As-Syifa Cipondoh. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi strategis dalam memperkuat peran ulama dalam membina umat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Nahdlatul Ulama melalui kepemimpinan PWNU Banten terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

 

KH. Hafiz Gunawan menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti ngopi bareng justru memiliki nilai strategis dalam merajut komunikasi yang lebih cair dan produktif antarulama. “Dari obrolan santai seperti ini lahir gagasan besar untuk umat. Kita ingin memastikan bahwa dakwah tetap sejuk, moderat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, KH. Syarif Hidayatullah menegaskan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan organisasi keagamaan dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menilai bahwa sinergi ini menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga kuat dalam akhlak dan sosial.

 

Dalam perspektif keilmuan klasik Ahlussunnah wal Jama’ah, semangat silaturahmi dan musyawarah seperti ini selaras dengan ajaran para ulama. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa kebersamaan ulama dalam majelis ilmu dan diskusi merupakan salah satu jalan menjaga keberkahan ilmu serta memperkuat persatuan umat.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai program kolaboratif ke depan, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh hikmah, para ulama di Banten terus berupaya menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika zaman.

 

Ngopi bareng bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan simbol kuatnya kebersamaan ulama dalam mengawal umat menuju kehidupan yang lebih harmonis, berilmu, dan berakhlakul karimah.

 

 

(AM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *