Daerah  

Arogansi Kepala Desa Dawagung Picu Auden oleh Warga

Mataelang24.com – Kabupaten Tasikmalaya,Ratusan warga desa Dawagung kecamatan Rajapolah kabupaten Tasikmalaya mendatangi kantor desa yang dikomandoi oleh David dan Taryono sebagai korlap.

Dalam wawancara singkat, David memaparkan ada beberapa hal bahkan banyak yang perlu disampaikan dalam audensi tersebut.diantaranya terkait BUMDES,ketahanan pangan, infrastruktur dan masih banyak lagi yang perlu disampaikan dalam kegiatan audensi tersebut paparnya.

Salah satu contoh adalah masalah pelayanan yang dianggap oleh masyarakat terkesan arogansi juga dalam ketahanan pangan dibidang pemberdayaan jamur,yang dinilai gagal,karena anggaran sebesar Rp.190.000.000 untuk supa habis dan tidak berjalan ucap david.selain itu pun untuk penyertaan modal BUMDES untuk program peternakan domba,yang dinilai gagal juga,pasalnya ketua BUMDES merupakan kakak dari kepala desa dawagung yang secara tidak langsung melakukan praktik nepotisme ucapnya.

Selain daripada itu,peran BPD juga tidak efektif karena untuk pembangunan infrastruktur pengaspalan pun BPD tidak dilibatkan dan tidak mengetahui ucap David.

David berharap kedepannya kepala desa dawagung bisa mendengar dan menyerap aspirasi warga nya,dan kalau tidak bisa ya harus dilengserkan tutupnya.

 

Taryono selaku korlap jika audensi ini tidak ada penyelesaian akan ada audensi jilid ke 2 paparnya ketika ditemui awak media ditempat yang sama.

 

Masih ditempat yang sama kepala desa dawagung memberikan keterangan terkait audensi ini.

 

Sebenarnya,Auden ini kebanyakan telah melenceng dari apa yang akan diaudenkan,akan tetapi kami pihak kepala desa menanggapi nya dengan positif untuk kemajuan desa dawagung.

 

Dan untuk permasalahan yang diaudenkan ini, sebenarnya saya sudah mensosialisasikan ke masyarakat baik melalui RT RW juga di pengajian ,dan kita mengedepankan asas tranparansi dan akuntabel,

 

Pun untuk pengembangan usaha milik desa BUMDES dimana kami menyertakan modal BUMDES dalam bentuk usaha peternakan domba sebanyak 72 ekor,dan ini tidak ada kaitannya dengan ketahanan pangan,ini murni untuk pengembangan usaha BUMDES dimana sebagai ketua BUMDES nya adalah kakak saya sendiri ucap Triyo Wibowo Budi ,yang telah menjabat sebagai ketua BUMDES sejak tahun 2018 paparnya.

 

Dan selanjutnya untuk ketahanan pangan itu sendiri tahun anggaran 2024 sebesar Rp.190.000.000 untuk pengembangan jamur dimana program tersebut merupakan program kepala desa sebelumnya yang dibebankan ke saya,jadi untuk rinciannya anggaran sebesar itu yang Rp.90.000.000 untuk bangunan dan Rp.100.000.000 untuk pelatihan dan dibagikan kemasyarakat untuk dikelola hanya sayang program tersebut tidak berjalan dan habis ucap kepala desa.

 

 

semoga dengan bersatunya masyarakat dan warga desa dawagung ini bisa menambah untuk kemajuan lebih baik lagi dan lebih bahkan lebih juara lagi gitu manis mandiri amanah netra inovatif dan sejahtera akhirnya harapan kita semuanya ucap triyo Wibowo Budi.

 

Ade Haryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *