Tangerang – MataElang24.com,
Dugaan bahwa Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang hanya dijadikan sebagai “kecamatan percobaan” bagi pejabat camat baru kini mencuat ke permukaan. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, nyaris tak ada camat yang bertahan lebih dari dua tahun di wilayah tersebut. Pergantian yang begitu cepat ini menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya pembangunan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan.
Secara analogi, masa jabatan itu bahkan belum mencapai 30% dari kinerja efektif, sudah harus diganti pejabat baru. Pola tersebut dianggap tidak sehat bagi sistem birokrasi dan bisa menurunkan semangat kerja para perangkat desa yang harus terus menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan yang berganti-ganti.
Seorang tokoh masyarakat Kemiri yang enggan disebut namanya menyampaikan keprihatinannya secara tegas:
“Saya khawatir Kecamatan Kemiri hanya dijadikan bahan percobaan. Padahal potensi di Kecamatan Kemiri itu banyak. Sudah seharusnya wilayah ini dikelola oleh camat yang punya potensi maksimal dan teruji, bukan cuma dijadikan ajang pelatihan camat baru,” ujarnya kepada MataElang24.com.
Warga juga menilai bahwa rotasi yang terlalu cepat tanpa evaluasi kinerja yang jelas justru bisa menimbulkan kerugian administratif dan memperlambat laju pembangunan. Banyak program strategis yang belum sempat rampung, harus dirombak atau bahkan ditinggalkan oleh pejabat baru.
Seyogyanya, pemerintah Kabupaten Tangerang mau memberikan keterangan resmi terkait pola mutasi yang terjadi di Kecamatan Kemiri. Namun masyarakat berharap, agar ke depan pemerintah lebih selektif dan serius menempatkan pejabat yang benar-benar memiliki komitmen dan kemampuan untuk mendorong kemajuan Kemiri, bukan sekadar “mengisi masa percobaan jabatan.”
Redaksi MataElang24.com
(AM-02)












