Tangerang – MataElang24.com |
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang semestinya menjadi momentum kebersamaan dan refleksi perjuangan ulama serta santri justru diwarnai kekecewaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kemiri, Ust. Ahmad Mujib, menyesalkan pelaksanaan kegiatan HSN 2025 yang diduga berlangsung tanpa koordinasi dan komunikasi resmi dengan jajaran pengurus MWCNU.

Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan lemahnya disiplin struktural dan berpotensi mencederai marwah organisasi NU di tingkat kecamatan.
“Sayang sekali, acara sebesar Hari Santri Nasional justru dijadikan ajang penguatan nama individu. Padahal kegiatan ini seharusnya menjadi wadah kebersamaan, bukan kepentingan personal,” ujar Ust. Ahmad Mujib kepada wartawan, Rabu (22/10/2025).
Lebih lanjut, Ketua MWCNU Kemiri mengaku tidak pernah menerima undangan resmi ataupun pemberitahuan terkait pelaksanaan acara tersebut.
“Saya sebagai Ketua MWCNU sama sekali tidak menerima pemberitahuan atau undangan resmi. Padahal semestinya semua langkah di bawah koordinasi dan sepengetahuan struktur MWCNU,” tegasnya.
Menariknya, Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono, SH., S.IP., M.Si., turut menanggapi kabar yang beredar.
Menurut Rudi, sempat ada pihak yang menyebut bahwa Ketua MWCNU Kemiri walaupun di undang tidak akan hadir dalam acara tersebut.
Namun, pernyataan itu dibantah langsung oleh Ketua MWCNU Kemiri.
“Untung saya punya dokumentasi kehadiran dalam acara HSN 22 Oktober 2024, bahkan terekam di akun TikTok resmi Ketua MWCNU Kecamatan Kemiri,” ungkap Ust. Ahmad Mujib menegaskan.
Ust. Ahmad Mujib Ketua MWCNU menilai, tindakan Sekretaris MWCNU dan sebagian pihak dari PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri yang melaksanakan kegiatan tanpa koordinasi adalah bentuk pelanggaran etika struktural NU.
“Kelompok yang menjadikan kegiatan NU untuk memperkuat posisi pribadi jelas tidak layak membawa nama besar NU. NU adalah jam’iyyah yang menjunjung kebersamaan dan kepemimpinan kolektif, bukan milik segelintir orang,” ujarnya tajam.
Ust. Ahmad Mujib meminta agar Sekretaris MWCNU, Ketua PAC Ansor Kemiri, dan panitia pelaksana kegiatan HSN segera memberikan klarifikasi terbuka terkait dugaan pelaksanaan acara tanpa koordinasi tersebut.
“Kami minta penjelasan secepatnya. Ini bukan soal pribadi, tapi soal marwah organisasi. Jangan sampai Hari Santri dijadikan ajang politik internal atau pencitraan kelompok,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Ketua MWCNU mengingatkan seluruh pengurus dan kader NU agar tetap menjunjung tinggi adab berorganisasi, disiplin struktural, dan koordinasi antarbanom NU sebagaimana diatur dalam AD/ART Nahdlatul Ulama.
“Kita ini warga Nahdliyyin. Kalau tidak menjunjung musyawarah dan kepemimpinan yang sah, lalu di mana ruh jam’iyyah kita?” pungkasnya.
Redaksi: MataElang24.com
(AM-02)












