Kemiri, Tangerang – MataElang24.com, Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Pengurus Kecamatan (PKC) Kemiri kembali menggelar pengajian rutin yang kali ini dilaksanakan di Desa Legok Sukamaju, tepatnya di Majelis pimpinan Ustadz Subandi, pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. (12/1/26)
Kegiatan keilmuan ini dihadiri langsung oleh tuan rumah Ustadz Subandi, Ketua M3CB PKC Kecamatan Kemiri Ustadz Asep Saepulloh, sejumlah anggota M3CB PKC Kemiri, Ketua MWCNU Kecamatan Kemiri Ustadz Mujib, Ketua M3CB PKC Kecamatan Rajeg beserta beberapa anggotanya, Para Asatidz Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Kemiri, serta para jamaah dan santri Pondok Pesantren pimpinan Ustadz Subandi.
Acara dibuka secara khidmat oleh Ketua M3CB PKC Kemiri Ustadz Asep Saepulloh dengan memimpin pembacaan Asma’ Badar secara bersama-sama. Selanjutnya, jalannya acara dipandu oleh moderator Ketua MWCNU Kecamatan Kemiri Ustadz Mujib, yang mengarahkan rangkaian kegiatan dengan tertib dan dinamis.
Memasuki inti acara, pembacaan kitab I’anatuth Thalibin dibacakan langsung oleh tuan rumah Ustadz Subandi. Kitab karya ulama besar madzhab Syafi’i ini dikenal sebagai rujukan penting dalam fiqh Aswaja, khususnya dalam menjelaskan syarah dari Fathul Mu’in dengan pendekatan yang detail dan aplikatif.
Setelah pembacaan kitab, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat, kritis, dan penuh semangat. Berbagai pertanyaan seputar persoalan lafdzhiyyah (redaksi lafaz), murodiyyah (maksud dan makna), hingga wuqu’iyyah (penerapan dalam realita) dilontarkan oleh para peserta. Suasana diskusi menjadi hidup karena beragam latar belakang keilmuan para hadirin turut memperkaya perspektif pembahasan.
Forum ini menjadi ajang penting bagi para asatidz, santri, dan penggerak jam’iyyah untuk mengasah nalar fiqhiyyah sekaligus menjaga sanad keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana diwariskan oleh para ulama salaf. Sebagaimana ditegaskan dalam tradisi Aswaja, diskusi ilmiah (bahsul masail dan mudzakarah) merupakan sarana menjaga kemurnian pemahaman agama, sebagaimana dicontohkan dalam karya-karya klasik seperti Ihya’ Ulumiddin Imam al-Ghazali dan Taqrib wa Taysir Imam Nawawi.
Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan. Kebersamaan ini semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah nahdliyah antar pengurus, ulama, santri, dan jamaah.
Pengajian rutin M3CB PKC Kemiri ini diharapkan terus istiqamah sebagai ruang penguatan keilmuan, pemantapan manhaj Aswaja, serta wadah silaturahmi antar pegiat dakwah di wilayah Kecamatan Kemiri dan sekitarnya.
Redaksi MataElang24.com
(AM-02)












